Sulit Juara, Matthias Walkner Ingin Bersenang-senang di Dakar 2021

Xaveria Yunita
·Bacaan 1 menit

Problem pada kopling yang dialami pada stage kedua, Senin (4/1/2021), membuatnya kehilangan waktu lebih dari 2,5 jam. Sebab proses perbaikan butuh waktu cukup lama.

Ia sempat finis di urutan ketiga pada etape ketiga, setelah itu mengakhiri lomba di posisi ke-23 keesokan hari.

Walkner berupaya mengikis selisih waktu dengan pemuncak klasemen Toby Price, yang mencatatkan waktu 24 jam 8 menit 43 detik. Pada dua etape terakhir, ia menjadi pembalap kedelapan dan kelima yang masuk garis finis.

Hingga awal etape ketujuh, juara Reli Dakar 2018 itu terpaut 2 jam 11 menit 37 detik. “Tak ada lagi yang perlu dianalisis,” ujarnya.

“Pada hari kedua, saya hanya kurang beruntung dan sedikit banyak kalah dalam balapan. Sekarang saya hanya mau bersenang-senang dan tetap sehat. Momen terbaik saya adalah etape keenam pada pekan pertama, ketika saya berkendara dengan Ross Branch.”

#52 Red Bull KTM Factory Team: Matthias Walkner

#52 Red Bull KTM Factory Team: Matthias Walkner<span class="copyright">KTM Images</span>
#52 Red Bull KTM Factory Team: Matthias WalknerKTM Images

KTM Images

“Itu cara baru berkendara di bukit pasir. Mungkin karena saya terlalu tua atau tak terbiasa melaju kencang lagi, saya pikir itu etape tercepat yang pernah saya lakukan. Branch berasal dari Botswana dan Anda menyadari bahwa dia pembalap yang sangat andal di pasir.

“Dia juga membalap di Motocross World Championship, yang berkendara mengandalkan kekuatan teknik, kurang dari sisi risiko dan keberanian. Di bukit pasir, Anda harus bisa mengemudikan motor, membawanya bersama Anda, membuatnya ringan, melayang menyeberangi dune.

“Pada akhirnya, saya bisa mengejar beberapa menit dan sangat puas dengan posisi kelima dan tertinggal tiga menit. Itu hari yang sangat keren! Tapi saya juga sangat lelah.”