Sulit Tembus Kepolisian, Ketum PSSI Curhat ke Anggota DPR

Riki Ilham Rafles
·Bacaan 1 menit

VIVA – Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan mulai melakukan lobi politik agar Liga 1 bisa bergulir kembali. Langkah ini diambil setelah upaya mereka melobi Kepolisian agar izin keramaian keluar selalu mentah.

Dalam sebuah webinar bertajuk Kampus Bicara Bola, Iriawan menyampaikan terima kasih dan memberi apresiasi kepada Ketua Komisi X DPR RI, Syaiful Huda yang dianggap begitu peduli terhadap kelanjutan Liga 1.

“Saya berterima kasih kepada Komisi X DPR RI yang terus memberikan perhatian dan apresiasinya kepada sepak bola Indonesia, terutama mengenai kompetisi yang akan bergulir dan harus dilaksanakan kembali,” kata Iriawan, dikutip dari laman resmi PSSI.

Pria yang akrab disapa Iwan Bule itu juga mencurahkan isi hatinya yang gundah karena Kepolisian tak kunjung memberikan mereka izin keramaian. Padahal PSSI telah merancang sedemikian rupa supaya kompetisi bisa berjalan kembali di tengah pandemi COVID-19.

Ketiadaan kompetisi dikatakannya akan memberi dampak buruk kepada Timnas Indonesia. Belum lagi roda ekonomi yang harusnya berputar sudah terhenti begitu lama.

"Seperti yang kita tahu, bahwa pihak kepolisian belum memberikan izin kepada kami untuk menggulirkan kompetisi. Berbagai daya dan usaha sudah PSSI lakukan agar izin tersebut bisa dikeluarkan," tuturnya.

"Mulai dari merancang protokol kesehatan, skema kompetisi, dan lainnya. Karena sebagaimana kita tahu, tidak adanya liga, tentu menghambat perkembangan pemain untuk Timnas dan juga ekonomi," imbuh Iriawan.

Dalam webinar tersebut juga hadir Sekretaris Menteri Pemuda dan Olahraga (Sesmenpora), Gatot S Dewa Broto dan Presiden Madura United, Achsanul Qosasi. Harapan Iriawan semua yang hadir tersebut mau memberi dukungannya juga.

"Terakhir, kami juga mohon dukungan dan doanya dari pihak-pihak terkait yang mengikuti webinar saat ini agar kompetisi segera dapat bergulir," katanya.

Posisi Iriawan sekarang ini memang sedang terpojok. Sudah banyak klub Liga 1 yang kecewa terhadap kepemimpinannya di PSSI. Sejak Maret 2020 kompetisi vakum dan itu berdampak buruk terhadap keuangan klub.