Sulitnya Temukan Rizki, Bocah 5 Tahun yang Tenggelam di Mampang

Agus Rahmat, Vicky Fajri
·Bacaan 2 menit

VIVA – Rizki Febriansyah, bocah 5 tahun yang tenggelam saat asik bermain dengan teman-temannya Minggu, 1 November 2020, hingga kini masih belum juga ditemukan. Tim SAR telah diterjunkan, namun keberadaan bocah tersebut belum juga menemukan titik temu.

Tim SAR gabungan melanjutkan pencarian Rizki yang terseret arus di saluran air di Jalan Pondok Karya, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan. Dari pantauan VIVA di lokasi, tim melakukan penyusuran di bantaran kali tersebut menggunakan perahu karet.

“Kali sangat sempit sekali kemudian banyak jembatan-jembatan yang dapat mengganggu kinerja kita ,” kata Komandan Regu Sudin Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Selatan, Dwi Prayitno, di lokasi, Senin, 2 November 2020.

Baca juga: Sesosok Mayat Ditemukan di Tumpukan Sampah Kali Ciliwung

Air kali sebenarnya dangkal sehingga pencarian dilakukan dengan menggunakan perahu karet. Dwi merincikan, untuk pencarian dibagi menjadi beberapa regu di antaranya menyisir Kali Mampang sepanjang 1,5 hingga 2 kilometer. Sedangkan satu regu penyelamat lainnya melakukan pencarian dengan menyusuri pinggir sungai.

"Sampai saat ini tim masih berusaha mencari lewat jalur darat dan sungai, regu satu sudah menyusuri Kali Mampang dengan perahu karet sekitar pukul 09.50 WIB,” ujar
Dwi.

Sebelumnya diberitakan, Rizki Febriansyah (5) hanyut terbawa aliran air pada Minggu, 1 November 2020 sekitar pukul 15.30 WIB. Bocah itu terbawa arus di sekitar saluran penghubung air Jalan Pondok Karya III Komplek Polri RT 03/RW 04, Pondok Karya, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan.

Haryanti (42), petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU), menceritakan, Rizki awalnya sedang bermain-main bersama teman-temannya di sekitar saluran penghubung air itu atau dekat Sekretariat RW 04.

“Kurang lebih bermain bersama 8-10 anak termasuk si kecil ini yang umurnya 5 tahun ini bernama Rizki Febriansyah,” Ujar Haryanti Petugas PPSU saat ditemui di lokasi, Minggu, 1 Oktober 2020 malam.

Saat korban sedang bermain di sekitar lokasi itu, kondisi memang sedang hujan deras sehingga saluran air tak terlihat karena sudah tergenang.

“Pada saat kejadian arus (air di saluran) sedang deras. Genangan saat itu setinggi 20-25 cm. Saluran sedang tertutup air. Enggak kelihatan. Kondisi saat hanyut, hujan rintik-rintik,” katanya.