Sulsel Rawan Bencana Hidrometeorologi, 1.050 Personel Gabungan Disiagakan

Merdeka.com - Merdeka.com - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Selatan (Sulsel) bersama Polda dan TNI bersiap mengantisipasi bencana alam. Pemprov Sulsel bersama Polri dan TNI mengerahkan 1.050 personel.

Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman mengatakan Sulsel masuk dalam peta kerawanan bencana. Dia bahkan mengungkapkan setidaknya terjadi 90 bencana per tahunnya. Sudirman mengaku Sulsel masuk wilayah rawan bencana karena diapit oleh laut dan gunung.

"Wilayah Sulsel memang sangat strategis dan kemudian wilayah diapit oleh laut yang besar. Kemudian juga medan-medan kita tahu bagaimana sering terjadi longsor," ujarnya kepada wartawan di Lapangan Karebosi Makassar, Jumat (19/11).

Sudirman mengungkapkan sejumlah wilayah di Sulsel rawan bencana seperti Luwu Raya, Toraja, Gowa. Untuk itu, dia meminta kepada semua pihak untuk mulai waspada terjadinya bencana hidrometeorologi.

"Saya minta tolong bahwa kejadian seperti itu (bencana alam) langsung terpanggil dan bergerak (membantu warga)," ucapnya.

Sementara itu, Kepala Basarnas Sulsel Djunaedi mengatakan Sulsel memang masuk daerah rawan bencana. Ia menyebutkan sejumlah daerah di Sulsel rawan bencana diantaranya Kabupaten Luwu Utara, Luwu, Wajo, Soppeng, dan Kota Makassar.

"Gowa dan Jeneponto juga ini rawan banjir dan longsor. Sehingga kami menjaga betul selama 24 jam," sebutnya.

Selain mempersiapkan personel, imbuh Djunaedi, pihaknya juga menyiapkan peralatan terbaru, termasuk kapal. Ia mengaku saat ini sudah ada tiga kapal SAR yang ada di Kota Makassar.

"Terus ada perahu karet propeler yang bisa masuk ke daerah dangkal. Perahu ini juga tidak membahayakan penggunanya dan untuk yang dimuat di atasnya," ucapnya. [ray]