Sultan dorong perempuan lebih banyak berkiprah di sektor publik

·Bacaan 1 menit

Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X mendorong kaum perempuan terus berdaya dengan lebih banyak berkiprah di sektor publik.

"Kaum perempuan dapat mulai menapaki tahapan perjuangan baru, tidak sekadar menjadi penggerak paham feminisme atau peran domestiknya saja, tetapi juga mengambil peran publik bersama-sama segenap potensi bangsa, berjuang menuju suatu Indonesia baru yang lebih baik, tanpa diskriminasi apa pun," kata Sultan pada Puncak Acara Peringatan Hari Kartini Tahun 2022 DIY di Bangsal Kepatihan, Yogyakarta, Kamis.

Menurut Sultan, momentum peringatan Hari Kartini seyogianya tidak sekadar dijadikan sebagai inspirasi dan motivasi, tetapi harus ditransformasi untuk membangun ligasi.

"Nyalakanlah api Kartini, jangan sekadar mewarisi abunya," ucapnya.

Dikatakan Sri Sultan, perempuan, khususnya pada kategori rentan, seperti kepala keluarga, penyintas bencana, penyintas kekerasan dan perempuan terpinggirkan, perlu mendapat perhatian lebih agar bisa berdaya dan berkarya di masa pandemi.

Untuk itu, Sultan mengajak seluruh pihak berkolaborasi dan membangun sinergi dalam mendukung kiprah para penerus Kartini, menuju Indonesia sejahtera sejati.

Di masa pandemi, katanya, kaum perempuan dihadapkan pada banyak problematika. Namun dengan konsep pengarusutamaan gender yang harus diterapkan pada setiap sektor pembangunan dan lapisan masyarakat, peluang bagi perempuan menjadi ada.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Panitia Peringatan Hari Kartini Tahun 2022 DIY Dhani Asep Suhendar melaporkan rangkaian kegiatan yang dilakukan, mulai dari pembentukan panitia yang pada tahun ini Bhayangkari ditunjuk sebagai leading sector, kunjungan ke beberapa instansi, lomba-lomba, kegiatan donor darah, hingga bazar daring tingkat nasional.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel