Sultan HB X apresiasi pengembangan budaya seni Mataraman di Madiun

Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Sri Sultan Hamengku Buwono X mengapresiasi Pemerintah Kota Madiun, Jawa Timur, yang mengembangkan budaya dan seni Mataraman dalam membangun wilayahnya.

Wali Kota Madiun Maidi mengatakan dalam kunjungannya di Kota Madiun, Sri Sultan Hamengku Buwono X memuji wajah Kota Pendekar yang kian cantik dengan pernak-pernik khas Yogyakarta.

"Banyak yang menyerupai Yogyakarta. Beliau sangat mendukung dan mengapresiasi," ujar Wali Kota Maidi saat menerima kunjungan Sri Sultan Hamengku Buwono (HB) X di Madiun, Kamis.

Baca juga: Pemda DIY gelar pameran budaya Mataram Islam di Trenggalek

Menurut dia, Sri Sultan HB X juga mengapresiasi pembangunan di Kota Madiun saat ini. Bahkan muncul gagasan adanya hibah budaya Mataraman.

"Insya Allah, kami akan mengembangkan budaya dan seni Mataraman di Kota Madiun," kata Maidi.

Pengembangan seni budaya Mataraman yang diadopsi dari Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat telah menjadi pembahasan oleh pemda di wilayah Bakorwil Madiun, termasuk Kota Madiun di masa kepemimpinan Gubernur Jawa Timur Soekarwo.

Baca juga: Kegiatan seni-budaya "Selasa Wagen" kembali digelar di Malioboro

Pengembangan seni budaya Mataraman itu bertujuan untuk melestarikan budaya tersebut agar terjaga, bertahan, dan mampu bersaing di era kemajuan teknologi dan informasi yang pesat berkembang.

Dalam kunjungannya di Kota Madiun, Sri Sultan Hamengku Buwono X bersama rombongan menyempatkan diri makan siang di sebuah rumah makan di Jalan Agus Salim Kota Madiun dengan disambut oleh Wali Kota Madiun Maidi bersama jajaran.

Baca juga: Pemda DIY mendaftarkan "Jogja Mark" sebagai merek internasional

Setelah transit di Kota Madiun, Sri Sultan Hamengku Buwono X melanjutkan perjalanannya ke Trenggalek dan Tulungagung.