Sultan HB X Kumpulkan Pimpinan Parpol di Kepatihan, Ada Apa?

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Yogyakarta - Menghindari ancaman keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di DIY, Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X mengajak tokoh partai politik dan tokoh agama di Bangsal Kepatihan. Hal ini untuk menangkal paham radikal dan tindakan kriminal di Daerah Istimewa Yogyakarta.

"Bertolak dari tinjauan sekilas atas situasi kamtibmas di DIY saat ini, saya menyerukan kepada para pengemban amanat masyarakat, baik lembaga legislatif, yudikatif, eksekutif maupun pimpinan informal untuk mampu terus memupuk kultur kebersamaan secara berkelanjutan," ujar Sri Sultan dalam Silaturahmi Bersama Pimpinan Partai Politik dan Tokoh Agama DIY Menjaga Yogyakarta Tetap Istimewa Kondusif Aman dan Berhati Nyaman untuk Indonesia pada Selasa (06/04) di Bangsal Kepatihan, Yogyakarta.

Sultan mengatakan ancaman pandemi sudah mulai menurun, tetapi tindak kriminal akhir-akhir ini justru trennya meningkat. Sultan pun mengapresiasi kegiatan yang digagas oleh Kapolda DIY ini.

Soal Kamtibmas ini Sultan pun mengatakan, harus ada deteksi dini terhadap semua gejala distorsi dan gangguan dan mengajak para tokoh agama untuk terus mengintensifkan komunikasi dan dialog. Menurutnya, tokoh agama juga perlu menyerukan misi pemahaman agama kepada umatnya bahwa perbedaan itu adalah sebuah keniscayaan yang tidak terelakkan.

"Dari kenyataan itu, mestinya agama tidak dijadikan pembenaran untuk melakukan berbagai bentuk kekerasan terhadap sesama. Kita juga mengerti bahwa media massa adalah pembentuk opini publik. Atas pemahaman itu saya mengimbau agar awak media bisa turut menciptakan iklim dialogis dengan menyajikan berita atau informasi yang menyejukkan dan telah tervalidasi kebenarannya," katanya.

Sultan berpesan kepada jajaran perangkat kapanewon dan kelurahan agar meningkatkan kesiapsiagaan. Sehingga masyarakat bisa sejak dini memberikan laporan pada aparat keamanan ketika ada kecurigaan terhadap suatu kejadian.

"Kepada generasi muda, saya mengajak untuk memberikan pembekalan agar mereka (generasi muda) bisa menyumbang gagasan autentik dalam upaya membangun kebiasaan dialog lintas kultur, agama, dan peradaban dengan mengedepankan sikap dan tindakan non kekerasan," ujar Sultan.

Sementara, Ketua Pelaksana Polda DIY, Kombes Pol Tagor Hutapea mengatakan, tujuan kegiatan ini adalah untuk menyamakan kesepahaman dalam rangka mencegah dinamika kamtibmas dan politik yang terjadi saat ini, baik di tingkat lokal maupun nasional.

"Harapannya, dengan terlaksananya kegiatan ini dapat menyadarkan kita semua untuk merasa memiliki Yogyakarta, sehingga kita dan seluruh masyarakat mampu dan mau berkontribusi secara aktif untuk menciptakan Yogyakarta yang damai, toleran, aman, dan berhati nyaman," imbuhnya.

Simak video pilihan berikut ini: