Sultan Kerajaan Angling Dharma Dikenal Tertutup dan Punya 4 Istri

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Pandeglang - Baginda Sultan Iskandar Jamaludin Firdaus, pimpinan Kerajaan Angling Dharma, dikenal punya sifat tertutup. Dirinya juga memiliki 4 orang istri dan jarang bersosialisasi dengan warga sekitar.

Setiap ada kegiatan di dalam Kerajaan Angling Dharma, masyarakat sekitar tidak pernah diundang maupun dilibatkan oleh pihak keraton.

"Dia (Baginda Sultan Iskandar Jamaludin Firdaus) kepribadiannya tidak terlalu berkecimpung dengan masyarakat, masing-masing saja, kalau ada kegiatan kita tidak tahu," kata Masi Kesejahteraan Desa Pandat, Dimas Febrian, Rabu (22/9/2021).

Dimas bercerita, banyak kegiatan yang dilakukan di dalam Kerajaan Angling Dharma, seperti perayaan Maulid Nabi, kesenian tradisional dan Islam, hingga kegiatan zikir.

Selama 10 tahun berdiri, Dimas mengaku pihak kelurahan belum menemukan kegiatan yang menyimpang dari norma maupun agama Islam.

"Kesenian, zikiran, muludan juga ikut (merayakan) tapi masing-masing pribadi dia saja sama anak buahnya. Lumayan lama (berdiri) sih sudah sampai 10 tahun lah. Tidak ada kegiatan yang menyimpang, setahu kita tidak ada," paparnya.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Lokasi Kerajaan

Lokasi Kerajaan Angling Dharma berada di Desa Pandat, Kecamatan Mandalawangi, Kabupaten Pandeglang, Banten. Tepat berada di bawah kaki Gunung Aseupan, Pulosari, dan Gunung Karang. Tempatnya dikenal sejuk dan hijau, ciri khas pegunungan.

Kerajaan itu berada di satu kecamatan dengan Sekolah Polisi Nasional (SPN) Polda Banten, yakni di Kecamatan Mandalawangi.

"(Asal Raja Angling Dharma) tapi kalau kecamatan iya satu kecamatan. Tidak tercatat sebagai warga Desa Pandat," kata Dimas.

Simak juga video pilihan berikut ini:

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel