Sultra sabet 3 perunggu Peparnas XVI Papua 2021

·Bacaan 2 menit

Kontingen atlet penyandang disabilitas yang tergabung dalam organisasi National Paralympic Committee (NPC) Provinsi Sulawesi Tenggara menyabet 3 medali perunggu dari ajang Peparnas XVI 2021 Papua.

Ketua NPC Sultra Kafaruddin melalui saluran telepon dari Kota Jayapura, Papua, Minggu mengatakan 3 medali perunggu diraup dari cabang olahraga atletik (2 perunggu) dan satu perunggu dari cabang tenis meja.

"Sebenarnya atlet atas nama Hasnah yang berlaga pada nomor tolak peluru merebut medali perunggu tetapi dibatalkan panitia karena pesertanya hanya 3 orang," kata Kafaruddin.

Baca juga: Atlet tuna netra Sultra sumbang perunggu cabang atletik di Peparnas

Penyandang tuna netra Sarina L yang berlaga pada nomor lompat jauh cabang olahraga atletik menyumbang medali perunggu pertama.
Medali perunggu kedua persembahan Harija atlet dari Kabupaten Kolaka yang bertanding pada nomor lempar lembing (duduk).

Sedangkan medali perunggu ketiga dari cabang tenis meja pasangan ganda campuran Burhan/Regina. Burhan dari Buton Selatan dan Regina dari Kolaka.

"NPC meminta maaf kepada pemerintah dan rakyat Sultra karena para pelatih dan atlet belum menyumbangkan prestasi terbaik pada Peparnas XVI Papua," kata Kafaruddin.

Para atlet sudah menjalani pertandingan sesuai kemampuan terbaik yang dimiliki namun atlet daerah lain harus diakui lebih siap menjadi juara.

Atlet-atlet Sultra mengadu peruntungan pada cabang olahraga bulu tangkis, catur, tenis meja dan renang.

Baca juga: Jawa Barat juara umum angkat berat Peparnas Papua

Kafaruddin menambahkan persaingan perebutan medali di arena Peparnas XVI Papua cukup ketat.

"Berat-berat lawan. Dari Kalimantan Barat dan Jawa mendominasi. Anak-anak pantang mundur berjuang merebut prestasi terbaik," katanya.

Kafaruddin menyebutkan 27 atlet berlaga pada lima cabang olahraga masing-masing atletik (17 atlet dengan 51 nomor pertandingan), bulu tangkis (tiga atlet dengan lima nomor pertandingan), renang (dua atlet dengan enam nomor pertandingan, tenis meja (dua atlet dengan empat nomor pertandingan), dan catur (dua atlet dengan empat nomor pertandingan).

Atlet paralimpik ini terdiri dari tiga atlet tuna netra, tiga tuna rungu wicara, dan 21 atlet tuna daksa. Selain itu, mereka juga diperkuat dengan pendamping sebanyak 19 orang yang terdiri dari enam orang pelatih, tujuh official, dan enam tenaga pendukung.

Baca juga: 150 rekor tercipta di Peparnas XVI Papua

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel