Sulut Setop Sementara Suntik Vaksin AstraZeneca, Menkes Budi: Kajian di Komnas KIPI

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta Menyoal Sulawesi Utara (Sulut) menghentikan sementara penyuntikkan vaksin AstraZeneca, Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin menegaskan laporan tersebut akan dikaji lebih lanjut oleh Komnas Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI).

Penghentian sementara penyuntikkan vaksin AstraZeneca di Sulut dilakukan karena ada beberapa warga yang merasakan dampak, seperti demam, menggigil, sakit kepala, badan terasa sakit, dan lemas usai divaksin. Tindak lanjut penggunaan vaksin AstraZeneca saat ini tengah menunggu hasil investigasi.

"Kalau terjadi KIPI, prosedurnya dilaporkan Komite Daerah (Komda) KIPI masing-masing, kemudian baru laporan ke Komnas KIPI," terang Budi saat diskusi daring baru-baru ini, ditulis Senin, 29 Maret 2021.

"Setahu saya, memang yang (penghentian) AstraZeneca di Sulut sudah di tangani di Komda. Selanjutnya, nanti Komnas KIPI yang akan bicara (hasil investigasi)."

Meski terjadi KIPI dan penghentian sementara di Sulut, provinsi tersebut bukan masuk kategori yang banyak menggunakan vaksin AstraZeneca. Vaksin AstraZeneca paling banyak disuntikkan di Bali dan Jawa Timur.

"Tapi yang disuntik (pakai vaksin AstraZeneca) paling banyak bukan di Sulut. Paling banyak suntiknya di Bali, Jawa Timur. Saya enggak dengar ada KIPI-nya sampai sekarang. Sulut sedikit sekali (suntik vaksin AstraZeneca), mungkin di bawah 1.000, mungkin juga di bawah 500 yang disuntik," imbuh Budi Gunadi.

** #IngatPesanIbu

Pakai Masker, Cuci Tangan Pakai Sabun, Jaga Jarak dan Hindari Kerumunan.

Selalu Jaga Kesehatan, Jangan Sampai Tertular dan Jaga Keluarga Kita.

Penghentian Sementara Suntik Vaksin AstraZeneca, Langkah Kehati-hatian

Proses vaksinasi yang dilakukan Tim Vaksinasi Covid-19 Sulut di kampus Unsrat Manado, Jumat (5/3/2021).
Proses vaksinasi yang dilakukan Tim Vaksinasi Covid-19 Sulut di kampus Unsrat Manado, Jumat (5/3/2021).

Jubir Satgas Percepatan Penanganan COVID-19 Sulawesi Utara Steven Dandel MPH menjelaskan, sejumlah poin terkait dihentikan sementara vaksinasi di wilayahnya menggunakan vaksin AstraZeneca.

Hal tersebut dilakukan sebagai langkah kehati-hatian (precaution) karena adanya angka KIPI sebesar lima sampai 10 persen dari total yang divaksin AstraZeneca. Gejala KIPI dari vaksin AstraZeneca berupa demam, menggigil, nyeri badan, nyeri tulang, mual, dan muntah.

Dalam izin penggunaan darurat (Emergency Use Authorization/EUA) vaksin AstraZeneca disebutkan bahwa KIPI adalah efek samping (adverse effect) yang sangat sering terjadi. Artinya, satu di antara 10 suntikan dapat mengalami gejala KIPI.

"Kami perlu mempersiapkan komunikasi risiko kepada masyarakat untuk dapat menerima fakta ini. Supaya tidak terjadi kepanikan di masyarakat," kata Steven pada Sabtu, 27 Maret 2021.

Kepala Dinas Kesehatan Daerah Provinsi Sulawesi Utara Debie Kalalo menambahkan, pemantauan atau investigasi awal oleh Komda KIPI, terutama diarahkan menjawab pertanyaan, kenapa angka kejadian KIPI cukup banyak di Sulut bila dibandingkan dengan daerah lainnya.

Jawaban tersebut diperlukan untuk antisipasi pelaksanaan vaksinasi lanjutan sekaligus sebagai bahan edukasi untuk masyarakat.

“Kelanjutan vaksinasi COVID-19 dengan vaksin AstraZeneca di Sulut akan menunggu hasil pemantauan ini,” ujarnya.

Infografis 17 Kondisi Orang Tak Bisa Disuntik Vaksin Covid-19 Sinovac

Infografis 17 Kondisi Orang Tak Bisa Disuntik Vaksin Covid-19 Sinovac. (Liputan6.com/Abdillah)
Infografis 17 Kondisi Orang Tak Bisa Disuntik Vaksin Covid-19 Sinovac. (Liputan6.com/Abdillah)

Saksikan Video Menarik Berikut Ini: