Sumatera Barat Mau Tiru Cilacap Olah Sampah Jadi Jadi Energi

·Bacaan 1 menit

VIVA – Pemerintah Provinsi Sumatera Barat menargetkan pengolahan sampah menjadi energi terbarukan. Langkah itu, selain bermanfaat, juga akan mampu mengurangi volume sampah dan dampak buruk yang ditimbulkan akibat sampah.

Wakil Gubernur Sumatera Barat Audy Joinaldy menyebutkan, waste to energy atau pengolahan sampah menjadi energi, merupakan hal yang baik untuk lingkungan di daerah perkotaan. Apalagi dengan banyaknya sampah akibat kepadatan penduduk.

"Paradigma yang menganggap sampah sepenuhnya tak berguna, harus dibuang jauh-jauh. Saat ini, di Cilacap contohnya, bisa mengubah sampah jadi berkah. Dengan teknologi, sampah menjadi pengganti batu bara. Untuk mempelajari seeperti apa sistem pengolahannya, hari ini saya meninjau tempat pengolahan sampah terpadu (TPST) di Desa Tritih Lor, Kecamatan Jeruklegi, Cilacap, Jawa Tengah,” kata Audy, Kamis, 10 Juni 2021.

Refused derived fuel (RDF) sebagai teknologi pengolahan sampah yang menggunakan proses homogenizers untuk mengubah ukuran sampah menjadi lebih kecil atau sesuatu yang bermanfaat. Hasilnya, akan menjadi sumber energi dalam proses pembakaran, yaitu sebagai pengganti batu bara.

“Sistem RDF merupakan tonggak baru pengelolaan sampah di Indonesia. Dengan memproses menjadi RDF bisa mengurangi pembuangan sampah ke tempat pembuangan akhir (TPA).

"Adanya RDF sampah dapat diolah menjadi energi dan bisa mengurangi sampah. Maka dari itu, pengolahan sampah terus menjadi perhatian di Sumatera Barat, termasuk dalam pengolaan menjadi energi,” ujar Audy.

Saat ini sudah harus ada terobosan dalam pengelolaan sampah sehingga dapat mengurangi ketergantungan pengelolaan sampah kota/kabupaten ke TPA. Sebab, selama ini keberadaan TPA selalu menjadi masalah lingkungam dan sosial.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel