Sumatera Bergetar, 12 Tank Leopard TNI Serbu Musuh dalam Hutan

·Bacaan 1 menit

VIVA – Pandemi Corona Virus Disease-19 (COVID-19) tak menyurutkan militansi para prajurit TNI, untuk terus meningkatkan kemampuan. Terbukti, gemuruh konvoi kendaraan tempur lapis baja terdengar keras di hutan Sumatera, saat prajurit Batalyon Kavaleri (Yonkav) 1 Kostrad melancarkan serangan.

Dalam laporan yang dikutip VIVA Militer dari situs resmi TNI Angkatan Darat, anggota Yonkav 1/Badak Ceta Cakti menggelar Latihan Taktis Tingkat Pleton di Pusat Latihan Tempur Komando Pembina Doktrin, Pendidikan dan Latihan TNI Angkatan Darat (Puslatpur Kodiklat) TNI Angkatan Darat, Baturaja, Sumatera Selatan.

Tiga pleton MBT Leopard mengikuti latihan ini. Sebanyak 12 unit kendaraan tempur (ranpur) tank MBT Leopard 2 diturunkan untuk melakukan penghancuran terhadap sasaran.

Sebagai salah satu satuan tempur andalan TNI Angkatan Darat, prajurit Yonkav 1 Kostrad (Komando Cadangan Strategis TNI Angkatan Darat) yang wajib siaga dalam situasi apapun.

Komandan Yonkav (Danyonkav) 1 Kostrad, Letkol Kav. Andi Yusuf Kartanegara menegaskan, untuk mendukung setiap tugas dan menjawab tantangan di masa depan, maka prajuritnya memerlukan kemampuan yang andal. Tak cuma bagi perorangan, tetapi juga bagi satuannya.

"Kegiatan Latihan Taktis Tingkat Peleton ini bertujuan agar prajurit Yonkav 1 Kostrad mampu dan memahami macam teknik dan taktis di dalam medan pertempuran guna melaksanakan penghancuran terhadap satuan lawan, memahami dan mengerti kerjasama antara kecabangan lain," ucap Andi.

Perlu diketahui, Yonkav 1 Kostrad didirikan pada 18 April 1950). Berada di bawah Divisi Infanteri 1/Kostrad. Sejumlah operasi militer pernah menjadi medan tempur para prajurit Yonkav 1 Kostrad.

Beberapa diantaranya adalah penumpasan pemberontakan Darul Islam/Tentara Islam Indonesia (DI/TII), Operasi Trikora di Irian Barat (sekarang Papua), dan Operasi Seroja di Timor-Timur (sekarang Timor-Leste).

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel