Sumatera Selatan Siap Vaksinasi COVID-19 pada 14 Januari 2021

Raden Jihad Akbar, Sadam Maulana (Palembang)
·Bacaan 2 menit

VIVAVaksin COVID-19 dari Sinovac mulai didistribusikan ke berbagai provinsi pada hari ini, Senin, 4 Januari 2021. Untuk di Sumatera Selatan, pada tahap awal ini mendapatkan vaksin sebanyak 58 ribu dosis.

Kasi Surveleinsi dan Imunisasi Dinas Kesehatan Provinsi Sumsel Yusri mengungkapkan, dari jumlah tersebut pihaknya baru akan menerima sebanyak 30 ribu dosis terlebih dahulu. Hal ini disebabkan oleh keterbatasan tempat penyimpanan.

Menurut Yusri, sebanyak 30 ribu dosis ini diberangkatkan dari Bandung melalui PT Bio Farma. Pengirimannya dilakukan lewat jalur darat. Saat tiba nanti, maka akan didistribusikan ke kabupaten dan kota.

Baca juga: Intip Pedoman Gaji hingga Insentif Para Bos di BUMN 2021

"Kami sebenarnya mengajukan 5,7 juta vaksin secara keseluruhan. Tapi untuk tahap pertama kita mendapatkan alokasi vaksin 58 ribu dosis, dan baru bisa menerima 30 ribu dulu karena keterbatasan tempat," kata Yusri.

Yusri bilang, untuk tahap awal akan didistribusikan di tujuh kabupaten/kota, yaitu Ogan Komering Ilir (OKI), Musi Banyuasin, Banyuasin, Ogan Ilir, Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Palembang, dan Prabumulih. Pihak dari kabupaten/kota yang nantinya akan mengambil di provinsi.

"Setelah habis 30 ribu dosis ini maka akan kita pesan lagi 28 ribu dosis dan akan didistribusikan lagi. Tahap pertama ini untuk tenaga kesehatan, kemudian menyusul tenaga kesehatan lainnya dan masyarakat," katanya.

Menurut Yusri, setelah vaksin sampai nanti akan disimpan terlebih dahulu di kabupaten/kota. Lalu, menunggu informasi dari pusat terkait izin edar daruratnya, hingga Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI).

"Kalau diagendakan dari pusat pada 14 Januari 2021 akan mulai dilakukan penyuntikan perdana. Untuk vaksinasi ini dilakukan di fasilitas kesehatan dan rumah sakit," terang Yusri.

Mengenai kriteria usia yang divaksin, terang Yusri, yakni di atas 18 tahun. Lalu, tidak ada komorbit, kalau pun ada sudah terkontrol atau diperbolehkan oleh dokter yang merawatnya. Kemudian tidak sedang terkena COVID-19, tidak sedang hamil.

"Kita sudah siap, logistik juga sudah siap tinggal vaksin datang. Termasuk juga vaksinator. Untuk vaksinator tidak perlu lagi dilatih, karena dalam hal menyuntik sudah paham, seperti bidan, perawat, dan dokter," tuturnya. (art)