Sumbang Rp2 T, Sosok Akidi Tio Diminta Tak Diekspos Berlebihan

·Bacaan 3 menit

VIVA – Beberapa waktu belakangan publik Tanah Air terhenyak dengan nama Akidi Tio . Namanya tiba-tiba muncul karena menyumbangkan harta Rp2 triliun.

Publik bertanya-tanya dan mencari siapa sosok yang sudah meninggal beberapa tahun lalu itu. Terkait hal itu, mantan Kepala Pelaksana Unit Kerja Presiden Pembinaan Ideologi Pancasila (UKP-PIP) Yudi Latief berharap sosok Akidi Tio tidak terekspos berlebihan. Biarlah keluarga yang low profile dan mulia itu tetap nyaman dalam privasinya.

Yang terpenting penyaluran dana Rp2 triliun itu dilakukan tepat sasaran, transparan, dan efektif. "Sumbangan yang telah diberikan dari berbagai pihak bisa dipertanggungjawabkan, supaya dana tersebut bisa digunakan secara benar dan efektif," kata Yudi di Jakarta, Jumat, 30 Juli 2021.

Dia yakin, jika dikelola dengan baik akan menjadi satu pelajaran berharga bagi masyarakat. "Kalau pun menyumbang, yakin jika bantuannya sampai kepada rakyat," imbuhnya.

Hingga kini, sosok Almarhum Akidi Tio, masih berselimut misteri. Wajah dan profil bisnisnya pun masih tersamar. Terlebih enam putranya yang telah memberikan sumbangan atas wasiat ayah mereka, Rp2 triliun untuk penanggulangan pandemi COVID-19 di Sumatera Selatan.

Sampai-sampai tokoh pers nasional yang juga mantan Menteri BUMN Dahlan Iskan, yang dikenal memiliki relasi luas dengan kalangan pengusaha keturunan pun, penasaran mencari tahu siapa Akidi Tio. Demikian pula aktor senior Anwar Fuadi yang mengenal hampir semua tokoh di Sumatera Selatan pun kesulitan mencari tahu figur Akidi Tio.

Begitulah hati dan perasaan sering memiliki pilihannya sendiri. Kita sulit memahaminya. Seorang Akidi Tio dan keluarganya, yang tak pernah masuk dalam daftar orang terkaya di negeri ini, menyumbang demikian fantastis tanpa mau tampil ke publik.

Yudi Latief mengakui sumbangan keluarga Akidi Tio sangat membanggakan, lantaran di tengah situasi kelangkaan, ada keteladanan yang luar biasa yang ditunjukkan di tengah-tengah masyarakat.

"Sikap ini, sekali lagi menunjukkan jika Indonesia dari segi masyarakatnya masih banyak yang menjunjung tinggi nilai-nilai keluhuran," ungkap Yudi.

Rasa empati dan solidaritas sosial masyarakat Indonesia demikian spontan dan menggelinding bak bola salju, saat pemerintah kewalahan menangani pandemi COVID-19 yang tak berkesudahan. Kalangan masyarakat atas, menengah, hingga bawah, bahu-membahu ringan tangan membantu sesama.

Di Yogjakarta, ada dokter muda Riyo Pungki Irawan (24), yang dengan setia melayani konsultasi medis kepada masyarakat yang menjalani isolasi mandiri (Isoman) akibat terpapar Corona. Di Bandar Lampung, Bakti Saputra (27) dan beberapa temannya berkeliling hingga malam hari untuk memberikan vitamin dan suplemen bagi para pasien Isoman. Dan banyak lagi individu-individu lainnya yang melakukan gerakan semacam itu.

Kenyataan itu sesuai dengan survei indeks kedermawanan dunia dari Inggris yang dikeluarkan tahun 2021. Survei tersebut menobatkan Indonesia menjadi negara yang paling dermawan di dunia di masa COVID-19 ini.

Survei itu kian nyata, ketika muncul penyumbang dana penanggulangan COVID-19 dengan jumlah yang amat fantastis, Rp2 triliun, tanpa pamrih dan tak ingin dikenal publik. "Ini kan luar biasa. Jadi, masyarakat Indonesia masih banyak yang mengamalkan nilai kebaikan," ujar Yudi.

Selain keluarga Akidi Tio, sejumlah pengusaha besar papan atas pun turut berperan dalam membantu penanganan pandemi. Sebut saja, Bos Media Group, Surya Paloh.

Sejak awal pandemi, Surya Paloh menyerahkan Hotel bintang 5 miliknya, The Media Hotel and Towers untuk dijadikan Posko dan Kesekretariatan Tim Koordinator Satgas Penanganan COVID-19, termasuk juga tempat bagi para tenaga kesehatan dan relawan beristirahat.

Langkah nyata itu, kemudian menggugah sejumlah pemilik hotel dan gedung lainnya, yang meminjamkan secara cuma-cuma asetnya untuk penanganan COVID-19 di berbagai wilayah di Tanah Air.

Yudi berharap, keteladanan Akidi Tio dan berbagai pihak menjadi bola salju guna membangkitkan kepekaan hati para pengusaha besar untuk melakukan hal serupa di daerah masing-masing, sebab entah kapan pandemi COVID-19 ini berakhir.

Baca juga: Fakta Menarik Soal Akidi Tio, Pengusaha yang Sumbang Rp2 T di Sumsel

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel