Sumbangan Rp 2 Triliun Akidi Tio Jadi Cair Hari Ini?

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Jakarta Sumbangan pengusaha bernama Akidi Tio mendapatkan perhatian banyak pihak beberapa hari terakhir, termasuk Mantan Menteri BUMN Dahlan Iskan. Sumbangan tersebut dikabarkan akan cair hari ini, Senin 2 Agustus 2021.

Dahlan bahkan melalui blog pribadinya, disway.id, sejak 28 Juli hingga hari ini, membuat tulisan khusus yang membahas sumbangan tersebut.

Masing-masing tulisannya diberi judul "Bantuan 2 T, Pusing 2 T, Menunggu 2 T, Perjuangan 2 T, dan Harapan 2 T.

Harapan 2 T merupakan judul tulisan terbaru Dahlan mengenai sumbangn Akidi Tio. Masih berdasarkan sumber yang sama, sumbangan tersebut dikatakan akan cair pada hari ini.

Perempuan tersebut telah menghubungi Heryanti beberapa kali untuk memastikan hal tersebut. Dahlan pun menanyakan mengenai kepastiannya.

"Jadi, katanya. Dia bilang tegas sekali: jadi. Senin pagi akan ditransfer dengan cara RTGS lewat Bank Mandiri," kata sumber tersebut kepada Dahlan, seperti dikutip pada Senin (2/8/2021).

Sebelumnya ada informasi bahwa sumbangan tersebut akan cari melalui Bank BRI dan BCA.

Dahlan pun mempertanyakan kepercayaan sumbernya tersebut kepada Heryanti. Skala 1 sampai 100, sumber tersebut menempatkan kepercayaannya terhadap Heryanti di skala 70.

Uang di Bank Singapura

Dahlan Iskan saat menghadiri penghargaan Marketeer of The Year 2014 yang digelar oleh Markplus Inc, Jakarta, Kamis (11/12/2014). (Liputan6.com/Herman Zakharia)
Dahlan Iskan saat menghadiri penghargaan Marketeer of The Year 2014 yang digelar oleh Markplus Inc, Jakarta, Kamis (11/12/2014). (Liputan6.com/Herman Zakharia)

Uang untuk sumbangan tersebut dilaporkan berada di sebuah bank di Singapura. Proses pencairan yang sulit disebut menyebabkan sumbangan belum bisa disalurkan.

"Laporan lainnya dana Rp 2 triliun itu masih ada di sebuah bank di Singapura. Uang itu tulis media tersebut hasil tabungan Aki sendiri. Di masa hidupnya, sejak dolar masih 4 ribu per dolar AS," jelas Dahlan dalam tulisannya pada Jumat (30/7/2021).

"Itu berarti sejak jauh sebelum krisis moneter tahun 1988. Masuk akal saja. Banyak orang Indonesia yang punya tabungan dolar di Singapura. Lalu menjadi lebih kaya raya setelah krismon. Ketika dolar menjadi 15 ribu per dolar," ungkapnya.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel