Sumbar Rehabilitasi 450 Hektare Hutan Bakau

Padang (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Sumatera Barat melalui instansi terkait telah merehabilitasi 450 hektare hutan bakau atau mangrove sejak 2011 hingga 2015.

"Kegiatan ini dilaksanakan dalam program pengelolaan dan rehabilitasi ekosistem pesisir dan laut sebagai bagian dari pelaksanaan rencana pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD) Sumbar 2011-2015," kata Gubernur Sumbar Irwan Prayitno di Padang, Sabtu.

Ia menyebutkan rehabilitasi ini dilakukan secara bertahap dalam lima tahun pelaksanaan program dimana setiap tahun akan ditargetkan dapat terehabilitasi seluas 90 hektare, sehingga pada akhir 2015 total luas hutan manggrove yang telah direhabilitasi mencapai 450 hektare.

"Dana untuk kegiatan tersebut dialokasikan oleh pemerintah pusat melalui APBN pada 2011 hingga 2015," katanya.

Data di Dinas Kelautan dan Perikanan Sumbar menyebutkan 22,67 persen dari luas hutan mangrove di daerah ini dalam kondisi rusak parah.

Melalui kegiatan rehabilitasi 450 hektare hutan mangrove selama 2011-2015 diharapkan luasan kawasan pesisir yang rusak dapat dipulihkan kembali.

Total luas hutan mangrove Sumbar mencapai 39.832 hektar yang terdapat di daerah pesisir pantai pada enam kabupaten dan kota yakni, di Kabupaten Pasaman Barat seluas 6.273,5 hektar dengan tingkat kerusakan 30 persen.

Kemudian, di Kabupaten Pesisir Selatan seluas 325 hektar dengan tingkat kerusakan 70 persen, di Kabupaten Padang Pariaman seluas 200 hektar dengan luas yang rusak 80 persen, Kabupaten Agam seluas 313,5 hektar dengan tingkat kerusakan 50 persen.

Selanjutnya di Kabupaten Kepulauan Mentawai seluas 32.600 hektar dengan tingkat kerusakan 20 persen dan Kota Padang seluas 120 hektar dengan kerusakan 70 persen.

Kerusakan hutan mangrove Sumbar akibat tindakan penebangan untuk memanfaatkan kayu bakau dan akibat alih fungsi lahan menjadi tambak udang serta kebun kelapa sawit.

Kayu dari hutan bakau, punya nilai ekonomis tinggi, selain sebagai bahan baku arang juga bahan bangunan rumah khususnya untuk tiang penyangga bagi rumah panggung.

Penebangan dan alih fungsi hutan mangrove sangat menganggu ekosistem kawasan pantai karena memiliki fungsi penting, diantaranya menjaga garis pantai agar tetap stabil, melindungi pantai dari gempuran ombak dan abrasi, habitat biota laut terutama ikan, kepiting dan udang.

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.