Sumbar targetkan satu emas dari cabang karate di PON Papua

·Bacaan 1 menit

Sumatera Barat menargetkan satu medali emas dari cabang olahraga karate di ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) Papua 2021.

Pelatih cabang olahraga karate Sumbar Zelly Heriyanto di Padang, Kamis mengatakan KONI Sumbar menargetkan satu keping medali emas dari cabang ini dan pihaknya siap bekerja keras untuk itu.

"Atlet yang kemarin dapat perak dan perunggu di Pra PON semoga bisa berubah menjadi emas. Kita ditarget satu emas, kalau bisa kita dapatkan lebih dari itu," kata dia.

Baca juga: Karate Sumbar evaluasi hasil uji tanding jelang berangkat PON Papua

Menurut dia cabang olahraga karate ini berhasil membawa emas di PON Riau 2012 namun gagal berlaga pada PON 2016.

"Kita melihat atlet bekerja keras berlatih memberikan yang terbaik. Sejauh ini mereka semangat dan siap bertanding," kata dia.

Dalam mewujudkan target dan latihan, ia mengaku ada beberapa kendala seperti terlambatnya bantuan alat perlengkapan latihan dari KONI Sumbar.

Kemudian terlambatnya anggaran pemusatan latihan intensif yang digodok KONI Sumbar cair.

KONI Sumbar membuat pemusatan latihan intensif selama dua bulan yakni Agustus dan September namun dananya cair pada akhir Agustus.

Baca juga: Tim karate Jabar targetkan empat emas di PON Papua

"Kita lebih dulu memulai latihan baru dananya cair, ini sedikit mengganggu persiapan," kata dia.

Meski demikian, lanjutnya atlet terus berlatih keras memberikan yang terbaik untuk daerah ini.

"Kita siap memberikan yang terbaik,"kata dia.

Cabang olahraga karate akan dipertandingkan di Kota Jayapura yang dimulai pada 11-14Oktober 2021.

Sumbar membawa delapan atlet yang lolos ke PON Papua adalah Milio Oner, Iqlimatul Aini, Yelfifa Wulandari, Fadila Rahmi, Yayuk Delia Safitri, Putri Azhani Amelia, Annisa Septiara Effendi dan Rama Shinta Safmelita.

Baca juga: Ketum KONI Jambi berharap karate sumbang medali PON XX Papua

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel