Sumber EBT Indonesia 400 Gigawatt, Baru Dimanfaatkan 2,5 Persen

Raden Jihad Akbar, Mohammad Yudha Prasetya
·Bacaan 1 menit

VIVAMenteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Arifin Tasrif mengungkapkan, Indonesia sebenarnya telah dikaruniai sumber energi baru dan terbarukan atau EBT yang melimpah. Sumber itu pun tersebar hampir di seluruh wilayah Tanah Air.

Namun, Arifin menyayangkan bahwa hingga saat ini besarnya potensi EBT yang bisa dieksplorasi dan dimanfaatkan.

"Total sumber energi baru dan terbarukan nasional berada pada kisaran lebih dari 400 Gigawatt. Tapi saat ini, EBT yang termanfaatkan itu baru sebesar 10 Gigawatt saja, atau masih hanya sekitar 2,5 persen," ujarnya.

Baca juga: KSPI Minta Kenaikan Upah Minimum 8 Persen

Di sisi lain, Arifin mengatakan bahwa pandemi COVID-19 yang melanda Indonesia dan hampir seluruh negara di dunia pada tahun 2020 ini, telah memberikan efek domino kepada sektor sosial ekonomi termasuk sektor energi.

Karenanya, respons terhadap tantangan pandemi COVID-19 ini harus bisa dilakukan oleh pemerintah, agar bisa membuat ekonomi Indonesia bertansformasi menjadi lebih tangguh, berketahanan, dan berkelanjutan.

Hal itu, menurut Arifin, juga tidak terlepas dari peran ekonomi dan sosial dari energi baru dan terbarukan, yang merupakan strategi penting dalam mendorong pemulihan roda ekonomi pascapandemi guna menuju Indonesia yang berketahanan.

Sebab, apabila pemanfaatan sumber energi baru dan terbarukan nasional bisa dimaksimalkan, akan ada keunggulan dan manfaat secara ekonomi bagi pemerintah guna memulihkan ekonomi nasional usai dihantam pandemi COVID-19.

"Energi baru dan terbarukan akan mendorong terciptanya pembangunan ekonomi jangka panjang yang stabil, berkelanjutan, sekaligus mengurangi emisi gas rumah kaca dan dapat menciptakan banyak lapangan pekerjaan bagi masyarakat yang luas," ujarnya.