Summarecon Agung Akan Ekpansi ke Bandung

  • Sebagian Besar Uang Suami Dikelola Istri, Tapi Manajemen Keuangan Paya …

    Sebagian Besar Uang Suami Dikelola Istri, Tapi Manajemen Keuangan Paya …

    TRIBUNnews.com
    Sebagian Besar Uang Suami Dikelola Istri, Tapi Manajemen Keuangan Paya …

    TRIBUNNEWS.COM - Sebagian besar uang gaji suami dikelola istri. Sialnya, mayoritas wanita tak punya pengetahuan pengelolaan keuangan yang bagus. …

  • Ekonom: Pemerintah Baru Perlu Naikkan Harga BBM

    Ekonom: Pemerintah Baru Perlu Naikkan Harga BBM

    Antara
    Ekonom: Pemerintah Baru Perlu Naikkan Harga BBM

    Yogyakarta (Antara)- Pemerintahan baru mendatang perlu menaikkan kembali harga bahan bakar minyak bersubsidi secara bertahap untuk mengurangi pembengkaan subsidi bahan bakar itu, kata ekonom Universitas Gadjah Mada Tony Prasetyantono. "Subsidi sulit dihilangkan sama sekali. Yang bisa dilakukan adalah secara bertahap dikurangi," kata Tony di Yogyakarta, Selasa. Ia merekomendasikan kenaikan harga subsidi bahan bakar minyak (BBM) dilakukan dengan menaikkan harga dengan kisaran Rp1.000-Rp1.500 …

  • AP II ingin hadirkan kebun binatang di bandara Jambi

    AP II ingin hadirkan kebun binatang di bandara Jambi

    Merdeka.com
    AP II ingin hadirkan kebun binatang di bandara Jambi

    MERDEKA.COM. PT Angkasa Pura II bersiap mengembangkan bandar udara berkonsep kebun binatang di Sultan Thaha Syaifuddin, Jambi. Kementerian Perhubungan langsung mengkaji rencana itu, karena berkaitan dengan keselamatan penerbangan.Menteri Perhubungan Evert Erenst Mangindaan mengaku baru mendengar proposal AP II itu. Dia mempersilakan operator bandara berkreasi dengan konsep layanan penerbangan, asal keamanan terjamin. ... …

Jakarta (ANTARA)- Pengembang properti, PT Summarecon Agung Tbk, akan melakukan ekspansi usahanya ke Bandung karena pertumbuhan industri properti makin tumbuh seiring membaiknya pertumbuhan ekonomi 2011 minimal 6,8 persen.


Direktur Utama PT Summarecon Agung Tbk, Johanes Mardjuki kepada pers di Jakarta, Rabu mengatakan, Summarecon telah mempunyai lahan seluas 300 ha.


Summarecon untuk tahap pertama akan menggunakan lahan sekitar 100 ha untuk membangun perumahan ruko, dan mal, kata Johanes Mardjuki.


Dana untuk membeli lahan 300 ha, menurut dia berasal dari dana internal, karena ada peraturan untuk membeli lahan harus memiliki dana sendiri sehingga tidak boleh pinjam dari perbankan.


Untuk membangun perumahan, mal dan ruko maka perusahaan akan mendapat pinjaman dari perbankan, katanya. Namun berapa dana pinjaman dari perbankan belum dapat dikatakan.


Mengenai hotel, lanjut dia perseroan juga akan membangun hotel bintang tiga di Bandung, setelah melihat prospek pasarnya cukup besar, seperti Hotel Orchid di Jakarta yang mendapat respon pasar cukup besar.


"Kami optimis upaya perseroan membangun usaha di kawasan Bandung prospeknya cukup besar," katanya.


Sementara itu, kinerja perseroan pada akhir tahun 2010 cukup menggembirakan, dimana pada usia ke-35 pertumbuhan pendapatan mencapai 42 persen dan pertumbuhan laba bersih sebesar 40 persen.


Johanes Mardjuki mengatakan, pendapatan perseroan pada akhir 2010 naik menjadi Rp1,7 trilliun dibanding tahun lalu hanya Rp1,2 triliun.


Meningkatnya pendapatan perseroan terutama didukung oleh pola usaha yang tepat dalam mengembangkan aset Summarecon di Kelapa Gading dan Serpong, katanya.


Menurut dia, pendapatan yang meningkat itu terutama didukung oleh perolehan yang dihasil dari ruko, mal dan perumahan.


"Kami optimis ke depan perseroan akan makin meningkatkan pendapatan, apabila Summarecon Bekasi sudah mulai beroperasi, " ucapnya.


Kondisi ini, lanjut Johanes Mardjuki mengakibatkan laba bersih Summarecon naik sebesar Rp66 miliar atau naik 40 persen menjadi Rp233 miliar dari Rp167 miliar.


Kedisiplinan Summarecon menjalankan program-program yang sudah direncanakan mampu memenuhi permintaan pasar yang tinggi, katanya.


Dari sisi pendapatan, menurut dia, unit bisnis pengembangan properti memberikan kontribusi sebesar 68 persen terhadap total pendapatan, sedangkan unit bisnis investasi dan manajement berkotnbusi hanya 28 persen.


Untuk unit bisnis pengembangan properti Summarecon Kelapa Gading memberikan kontribusi sebesar 60 persen atau Rp689 miliar, sedangkan Summarecon Serpong hanya Rp466 miliar atau 40 persen, katanya.


Dalam RUPS tahunan itu, lanjut dia, perseroan telah menggunakan dana penawaran umum terbatas dan Waran Seri I.


Sekitar 36,99 persen digunakan untuk peningkatan persediaan lahan di daerah Bekasi, dan Kelapa Gading, Jakarta Utara.


Sekitar 12,32 persen untuk pengembangan infrastruktur di daerah Bekasi berupa fasilitas jalan, sistem drainase, penerangan jalan, taman.


Kemudian sekitar 50,69 persen untuk pembayaran kontraktor, jasa konsultan master plan, pembangunan saran prasarana pendukung, jelasnya.

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

Memuat...