Summarecon Agung Bidik Dana Rp 1,5 Triliun dari Rights Issue, Buat Apa Saja?

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - PT Summarecon Agung Tbk (SMRA) akan menggunakan dana penawaran umum terbatas II atau rights issue untuk memperkuat struktur modal dan melunasi utang.

Emiten properti ini akan menambah modal melalui mekanisme hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) atau rights issue dengan membidik dana Rp 1,5 triliun.

Presiden Direktur PT Summarecon Agung Tbk Adrianto P. Adhi mengharapkan, dana dari rights dapat memperkuat struktur permodalan perseroan. Dengan demikian dapat menambah kemampuan untuk meningkatkan kegiatan usaha, kinerja dan daya saing perseroan.

"Dengan meningkatnya kinerja dan daya saing perseroan, diharapkan pula dapat meningkatkan imbal hasil nilai investasi bagi seluruh pemegang saham perseroan," tutur Adrianto seperti dilansir dari Antara, ditulis Kamis, (8/4/2021).

Saat pelaksanaan rights issue ini, pemegang saham mayoritas emiten berkode saham SMRA itu telah menyatakan akan ikut mengeksekusi haknya.

Perseroan akan menggunakan dana dari rights issue itu untuk memperkuat struktur permodalan, pembayaran utang dan modal kerja untuk mempercepat pengembangan usaha lerseroan, baik secara langsung maupun tidak langsung melalui entitas anak.

"Summarecon memandang optimistis pertumbuhan pasar properti di Tanah Air. Dengan berbagai dukungan dari regulasi pemerintah, turunnya angka penularan COVID-19 yang disertai kegiatan vaksinasi massal, diyakini akan mendukung pemulihan penjualan properti secara bertahap," tutur Adrianto.

Perseroan berharap kinerja semakin meningkat seiring dengan berkembangnya skala usaha perseroan, melalui pengembangan produk-produknya yang inovatif dan berkualitas yang akan meningkatkan nilai tambah ekonomi bagi seluruh pemangku kepentingan.

Mengutip data RTI, saham PT Summarecon Agung Tbk (SMRA) naik tipis 0,52 persen ke posisi Rp 975 per saham. Saham SMRA naik tipis lima poin ke posisi Rp 975 per saham.

Saham SMRA berada di posisi tertinggi Rp 995 dan terendah Rp 945 per saham. Total frekuensi perdagangan saham 3.414 kali dengan nilai transaksi Rp 24,3 miliar.

Gelar RUPSLB

The Primrose Condovilla Summarecon Bekasi.
The Primrose Condovilla Summarecon Bekasi.

Sebelumnya, pada 1 April 2021, PT Summarecon Agung Tbk telah menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) dengan agenda persetujuan atas penambahan modal dengan memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) kepada para pemegang saham yang akan dilakukan oleh perseroan melalui mekanisme Penawaran Umum Terbatas kedua (PUT II).

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini