Summarecon Agung Catat Laba Bersih Tumbuh 963,62 Persen pada Semester I 2021

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - PT Summarecon Agung Tbk (SMRA) membukukan kinerja positif sepanjang semester I 2021. Hal ini didukung dari pertumbuhan pendapatan dan laba bersih.

PT Summarecon Agung Tbk mencatat pendapatan bersih Rp 2,45 triliun pada enam bulan pertama 2021. Realisasi pendapatan itu tumbuh 12,68 persen dari periode sama tahun sebelumnya Rp 2,18 triliun.

Beban pokok penjualan dan beban langsung naik 2,38 persen dari Rp 1,24 triliun pada semester I 2020 menjadi Rp 1,27 triliun pada semester I 2021. Demikian mengutip laporan keuangan yang disampaikan ke Bursa Efek Indonesia (BEI), ditulis Minggu (29/8/2021).

Laba kotor tercatat Rp 1,18 triliun. Realisasi laba kotor itu tumbuh 26,32 persen dari periode semester I 2020 sebsesar Rp 939,18 miliar. Beban penjualan turun dari Rp 141,90 miliar pada semester I 2020 menjadi Rp 126,85 miliar pada semester I 2021.

Beban umum dan administrasi susut menjadi Rp 351,28 miliar pada semester I 2021 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 407,43 miliar. Penghasilan operasi lain turun menjadi Rp 2,44 miliar pada semester I 2021 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 3,81 miliar. Beban operasi lain susut menjadi Rp 102,05 juta pada semester I 2021 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 2,5 miliar.

Laba usaha tercatat naik 81,66 persen dari Rp 391,14 miliar pada semester I 2020 menjadi Rp 710,58 miliar pada semester I 2021.

Perseroan mencatat kenaikan biaya keuangan lain dari Rp 354,92 miliar pada semester I 2020 menjadi Rp 551,45 miliar pada semester I 2020. PT Summarecon Agung Tbk meraup laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk Rp 108,54 miliar. Realisasi laba itu tumbuh 963,62 persen dari periode semester I 2020 sebesar Rp 10,20 miliar.

Laba per saham yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk naik menjadi 7,52 pada semester I 2021 dari periode sama tahun sebelumnya 0,71.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Total Liabilitas

Ilustrasi Laporan Keuangan.Unsplash/Isaac Smith
Ilustrasi Laporan Keuangan.Unsplash/Isaac Smith

Total liabilitas tercatat naik menjadi Rp 17,4 triliun pada semester I 2021 dari Desember 2020 sebesar Rp 15,83 triliun. Total ekuitas naik menjadi Rp 9,13 triliun pada 30 Juni 2021 dari Desember 2020 sebesar Rp 9,08 triliun.

Total aset tercatat naik menjadi Rp 26,53 triliun pada 30 Juni 2021 dari periode Desember 2020 sebesar Rp 24,92 triliun. Perseroan kantongi kas dan setara kas sebesar Rp 2,84 triliun pada 30 Juni 2021 dari Desember 2020 sebesar Rp 1,65 triliun.

Pada penutupan perdagangan Jumat, 27 Agustus 2021, saham SMRA turun 1,29 persen ke posisi Rp 765 per saham. Saham SMRA dibuka naik 15 poin ke posisi Rp 790 per saham.

Saham SMRA berada di level tertinggi Rp 795 dan terendah Rp 760 per saham. Total frekuensi perdagangan 1.881 kali dengan volume perdagangan 131.739. Nilai transaksi Rp 10,1 miliar.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel