Sumsel Butuh Ratusan Tenaga PPEP, Upahnya di Bawah UMK, Berminat ?

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Palembang - Ratusan tenaga Pendamping Peningkatan Ekonomi Pertanian (PPEP), akan direkrut oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Selatan (Sumsel).

Para tenaga PPEP yang direkrut, mulai dari lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), Diploma-III (D-III) hingga Strata-1 (S1).

Namun sayang, Pemprov Sumsel melalui Dinas Pertanian, Tanaman Pangan dan Hortikultural Sumsel, hanya bisa memberi gaji dengan jumlah di bawah Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK).

Padahal di Kota Palembang sendiri, UMK yang disepakati di tahun 2021 sekitar Rp 3,2 jutaan.

Sekretaris Dinas Pertanian, Tanaman Pangan dan Holtikultura Sumsel Ahmad Wazri membenarkan, jika upah yang diberikan di bawah UMK di Sumsel.

"Ada 400-an yang direkrut. Untuk lulusan S1, gajinya Rp 2 juta dan yang lulusan SMK - D3 gajinya Rp 1,5 juta," ucapnya, di Kantor Dinas Pertanian, Tanaman Pangan dan Holtikultura Sumsel, Senin (23/8/2021).

Salah satu faktor gaji tenaga PPEP di bawah UMK, karena dananya sangat terbatas. Sehingga mereka bisa menyalurkan dana semampunya.

Selain UMK, dia mengakui tenaga PPEP tidak mendapatkan tunjangan atau fasilitas apapun. Namun nantinya akan berproses untuk diberikan fasilitas lainnya. Untuk itu diharapkan juga peran serta dari Pemerintah Kabupaten/Kota, seperti memberikan Biaya Operasional.

Dana tersebut terserap dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Sumsel. Namun, dirinya berjanji akan membahas lagi soal upah, jika anggarannya sudah mencukupi.

“Termasuk akan dipikirkan yang lainnya juga,seperti BPJS Ketenagakerjaan, insentif beras dan lain-lain," katanya.

Tenaga Pendamping Penyuluh

Sejumlah petani milenial di Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Sukabumi menghadirkan Paket PPKM dan Isoman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. (Ist)
Sejumlah petani milenial di Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Sukabumi menghadirkan Paket PPKM dan Isoman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. (Ist)

Dia menuturkan, tenaga PPEP akan ditempatkan di kabupaten/kota, maka diharapkan pemerintah kabupaten/kota juga turut berperan serta.

Wazri melanjutkan, kebutuhan tenaga pendamping penyuluhan masih dibutuhkan banyak. Sebab idealnya untuk satu desa, dibutuhkan satu orang tenaga pendamping penyuluhan.

"Kalau ada 3.238 desa artinya minimal butuh segitu. Namun saat ini untuk total yang kita punya tidak hanya PPEP tenaga pendamping lainnya totalnya baru 2.700, artinya masih kurang," katanya.

Daerah Butuh PPEP

Jembatan Musi Palembang yang membelah Sungai Musi di pusat Kota Palembang Sumsel (Liputan6.com / Nefri Inge)
Jembatan Musi Palembang yang membelah Sungai Musi di pusat Kota Palembang Sumsel (Liputan6.com / Nefri Inge)

Tugas tenaga PPEP sendiri, yakni budidaya, pascapanen dan sampai pengolahan hasil. Tidak beda jauh dengan teman-teman penyuluh.

“Apapun kegiatan yang dilakukan dinas, Pemprov maupun kementrian di support oleh PPEP. Kalau yang lulus seleksi nanti akan diberikan pembekalan, sebelum akhirnya diturunkan ke lapangan. Ini kan rata-rata anak muda, maka perlu diberikan pembekalan," ucapnya.

Menurutnya, dari 17 Kabupaten/Kota untuk wilayah yang masih membutuhkan PPEP seperti Empat Lawang, Palembang, OKI, OKU Timur, OKU Selatan dan daerah lainnya.

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini:

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel