Sumsel gelar operasi pasar minyak goreng harga Rp14.000 per liter

·Bacaan 3 menit

Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan menggandeng distributor PT Indo Karya Internusa menggelar operasi pasar minyak goreng dengan menjual komoditas tersebut sesuai harga eceran tertinggi (HET) Rp14.000 per liter.

Pada operasi pasar di Pasar Alang-Alang Lebar, Palembang, Rabu, warga setempat berkumpul sejak pagi untuk membeli minyak goreng dengan menggunakan kupon sembako yang dibagikan pemerintah setempat. Setiap warga dibatasi hanya membeli dua liter minyak goreng seharga total Rp28.000.

Kepala Dinas Perdagangan Ahmad Rizali mengatakan operasi pasar ini dilakukan untuk menurunkan harga minyak goreng yang saat ini masih di kisaran Rp18.000-Rp19.000 per liter untuk jenis kemasan.

“Ini merupakan operasi pasar kedua, sebelumnya sudah dilakukan pada akhir tahun,” kata dia yang dijumpai di lokasi operasi murah.

Baca juga: KSP pantau harga minyak goreng di pasar

Operasi pasar jilid pertama dilakukan Pemprov Sumsel pada 22-28 Desember 2021 dengan menjual total 25,2 ton minyak goreng bekerja sama dengan PT Indo Karya Internusa di 19 lokasi Kota Palembang dan sekitarnya.

Sementara itu pada operasi pasar kedua ini, Pemprov kembali melanjutkan kerja sama dengan distributor tersebut dengan menyalurkan 52 ton minyak goreng di 19 titik yang tersebar di Palembang dan sekitarnya. Tiap lokasi diberikan kuota 1-4 ton, 12-28 Januari 2022.

Ke-19 titik itu, Pasar Alang-Alang Lebar (12 Januari), Pasar Tangga Buntung (13 Januari), Pasar 10 Ulu (14 Januari), Pasar Kayuagung (17 Januari), Pasar Inderalaya (18 Januari), Pasar Kenten Laut (19 Januari), Pasar Modern Plaju (20 Januari), Pasar Yada (21 Januari), Pasar Sako Semabor (21 Januari).

Kemudian, Pasar Kebon Semai (24 Januari), Pasar Sekip Ujung (24 Januari), Pasar Gelumbang (24 Januari), Pasar 3-4 Ulu (25 Januari), Pasar 16 Ilir (26 Januari), Kantor Disdag Sumsel (26 Januari), Pasar Kertapati (27 Januari), Pasar Maskerebet (28 Januari) dan Kantor Wali Kota Palembang (28 Januari).

Pada operasi pasar jilid kedua ini, pemprov juga menjual kebutuhan pokok penting lainnya dengan harga murah, yakni beras medium Rp9.000 per kg dengan kuota 60 ton, gula pasir Rp12.500 per kg dengan kuota 1 ton dan beras bervitamin Rp15.000 per kg dengan kuota 500 kg.

Baca juga: Pemkot Jakpus operasi pasar minyak goreng Rp14 ribu per liter

Manajer Operasional PT Indo Karya Internusa, Liana mengatakan pihaknya menyalurkan minyak goreng dengan harga murah ke warga Sumsel ini untuk mengikuti arahan dari Kementerian Perdagangan bagi para distributor.

Sejak November 2021, perusahaan ini menyalurkan minyak goreng dengan harga Rp14.000 per liter di Sumatera Utara dan Sumatera Selatan.

“Total yang kami siapkan ada 1 juta ton, dan sebagian sudah tersalurkan di Sumsel dan Sumut,” kata Liana.

Riana, salah seorang warga Alang-Alang Lebar, mengatakan berterima kasih atas adanya operasi pasar ini karena sempat membeli minyak goreng seharga Rp25.000 per liter pada akhir tahun lalu.

“Saat ini memang sudah turun jadi Rp18.000 per liter untuk merek Fortune, tapi itu masih mahal dari biasanya Rp12.000 per liter,” kata dia.

Gubernur Sumsel Herman Deru yang turut menyaksikan operasi pasar di Pasar Alang-Alang Lebar itu mengharapkan gejolak harga minyak goreng ini dapat teratasi mengingat Sumsel merupakan daerah penghasil CPO.

“Ini ada suatu ironi, bagaimana suatu daerah yang menghasilkan CPO, justru minyak goreng di sini mahal. Saya meminta ada kebijakan dari pemerintah pusat, salah satunya operasi pasar ini,” kata Herman Deru.

Ia pun menggingatkan para eksportir minyak sawit untuk lebih mengutamakan kepentingan dalam negeri, atau tidak sebatas mengejar keuntungan.

“Memang harga ekspor sedang bagus, tapi juga dipikirkan warga yang menjadi tempat penghasil sawit ini. Mereka juga ingin menikmati harga minyak goreng yang murah,” kata Herman Deru.

Harga komoditas minyak goreng menjadi sorotan karena melonjak sejak sejak awal Desember. Puncaknya pada akhir tahun 2021 yang sempat menyentuh Rp25.000 per liter.

Namun, memasuki awal pekan tahun 2022, harga bergerak turun di pasaran tradisional Palembang, yang mana saat ini menyentuh kisaran Rp18.000-19.000 per liter.


Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel