Sumsel miliki Sekolah Filial untuk anak SAD di Musi Banyuasin

Provinsi Sumatera Selatan memiliki Sekolah Filial yang didirikan khusus untuk anak-anak Suku Anak Dalam (SAD) di Kabupaten Musi Banyuasin, setelah resmi dioperasikan oleh PT MBJ, sebuah perusahaan penyedia logistik dan infrastruktur, Rabu.

Perwakilan PT MBJ, Anton Wasito di Musi Banyuasin, mengatakan Sekolah Filial itu didirikan di Desa Pagar Desa, Bayung Lencir, Musi Banyuasin, sebab merupakan pemukiman penduduk terdekat yang mudah dijangkau oleh anak-anak SAD Sungai Badak.

Pendirian Sekolah Filial atau sekolah kelas jauh di pedalaman itu terealisasi atas kerjasama antara PT MBJ dengan Dinas Pendidikan Musi Banyuasin.

Baca juga: Putri Indonesia Maluku donasi buku untuk Sekolah Rasa pedalaman Wakal

Pihaknya mencatat saat ini sudah ada sebanyak 15 orang anak SAD Sungai Badak yang berusia 6-14 tahun menjadi murid di Sekolah Filial.

Setiap anak SAD tersebut mendapatkan pendidikan literasi dasar oleh dua orang guru dari SD Negeri Pagar Desa setiap harinya secara gratis termasuk pakaian seragam sekolah.

“Di sana anak-anak SAD Sungai Badak ini belajar mulai dari kemampuan literasi dasar seperti membaca, menulis dan berhitung sampai mereka mendapatkan kemahiran, yang menjadi modal dalam meraih masa depan yang lebih baik,” kata Anton, dalam acara peresmian Sekolah Filial.

Baca juga: Anak pedalaman Wondama didorong Pangdam Kasuari semangat bersekolah

Sementara itu, Kepala Sekolah SD Negeri Pagar Desa Dodo Hadori mengatakan kondisi pendidikan yang ada saat ini cukup memprihatinkan, sekitar 70 persen anak-anak SAD masih dalam kondisi buta huruf.

Pihaknya berharap dengan beroperasinya Sekolah Filial yang telah memiliki sarana dan prasarana representatif itu dapat mendorong lebih banyak anak SAD untuk belajar meningkatkan kemampuan literasi dasar mereka.

Baca juga: Guru pedalaman Papua prihatin dengan anak-anak usia sekolah

“Apa lagi mendapatkan seragam sekolah gratis yang dapat mendorong anak-anak SAD di sini untuk menempuh pendidikan hingga semuanya bisa mengenal angka dan menulisnya dengan baik dan jelas,” ujarnya.

Kepala Koordinator Pendidikan Wilayah Bayung Lencir Dinas Pendidikan Musi Banyuasin, Rattan, mengatakan pendidikan literasi terhadap anak-anak SAD Sungai Badak itu juga harus dilanjutkan secara bertahap sehingga tidak terhenti di Sekolah Filial saja.

Untuk itu, pihaknya siap memfasilitasi keberlanjutan pendidikan setiap murid Sekolah Filial tersebut hingga terdaftar dalam Data Pokok Pendidikan (Dapodik) Dinas Pendidikan daerah setempat.

“Inisiasi dukungan dari PT MBJ ini diharapkan bisa dijangkau seluruh anak SAD, kemudian setelah usianya mereka cukup, dapat kami fasilitasi untuk menempuh pendidikan di sekolah resmi hingga tercatat dalam daftar Dapodik,” katanya.