Sumur Minyak Ilegal di Aceh Timur yang Tewaskan Tiga Warga Akhirnya Ditutup

Merdeka.com - Merdeka.com - Keberadaan sumur minyak tradisional ilegal di Desa Mata Ie, Kecamatan Ranto Peureulak, Kabupaten Aceh Timur, yang beberapa waktu lalu meledak dan menewaskan tiga orang, resmi ditutup.

Penutupan dilakukan oleh tim dari PT Pertamina Aset I Field Rantau, BPMA Migas Aceh dan SKK Migas.

"Penutupan sumur minyak dilakukan dengan pemompaan semen ke dalam lubang sumur menggunakan tiga batang pipa bor. Kemudian dilakukan pengecoran penutup atas kepala sumur minyak tradisional itu," kata Kapolsek Ranto Peureulak Iptu Eko Suhendro, Kamis (12/5).

Proses penutupan tersebut mendapat pengawalan dari Polres Aceh Timur, Polsek Ranto Peureulak, Koramil 14/RTP, Satpol PP dan Dinas Pemadam Kebakaran setempat.

Eko mengatakan, butuh waktu sekitar empat jam lebih untuk menutup sumur minyak Ilegal itu. Di lapangan tak ada kendala apapun.

Seperti pernah diberitakan, sumur minyak tradisional di Desa Mata Ie, Rantau Peureulak tersebut pernah meledak dan terbakar pada Jumat 11 Maret 2022 lalu. Kebakaran itu menyebabkan tiga orang meninggal dunia.

Usai kejadian, polisi menetapkan dua orang sebagai tersangka; masing-masing MS (51) sebagai pemilik lahan, dan ML (52) berperan sebagai penyandang dana dari kegiatan pengeboran minyak ilegal. [cob]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel