Sumur Tercemar PascaBanjir Bandang NTT, Warga Sulit Dapat Air Bersih

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Jakarta - Air bersih menjadi kebutuhan penting bagi pengungsi banjir bandang di Nusa Tenggara Timur (NTT). Sumur serta sumber air yang biasa digunakan kini tidak bisa lagi digunakan karena tercemar usai banjir bandang melanda.

Melihat kebutuhan air bersih pada korban banjir bandang NTT, Wahana Visi Indonesia (WVI) bergerak dengan mendistribusikan tandon beserta 5 ribu liter air bersih ke dua lokasi pengungsian di Mauliru dan Kambaniru yang masuk dalam Kabupaten Sumba Timur.

Tak cuma air bersih, berdasarkan pendataan di lokasi bencana, lembaga kemanusiaan ini melihat korban banjir bandang di Kupang, Alor, Timor Tengah Selatan dan Flores Timur juga membutuhkan perlengkapaan keluarga, bantuan non tunai dan alat pelindung diri.

"Saat ini kami fokus untuk memprioritaskan keselamatan dan kebutuhan kelompok rentan, terutama anak-anak. Kami menyalurkan bantuan air bersih, makanan, selimut, pakaian dan alat kebersihan untuk keluarga dan untuk anak-anak di bawah 2 tahun. Karena saat ini masih dalam situasi pandemi COVID-19, kami juga menyalurkan bantuan APD berupa masker," tutur Humanitarian and Emergency Affairs WVI, Margarettha Siregar.

Respons tanggap darurat ini akan berlangsung selama 3 bulan ke depan. WVI akan menyalurkan bantuan nontunai untuk pemulihan ekonomi keluarga, juga mitigasi bencana untuk memperkuat kesiapsiagaan masyarakat terhadap bencana.

Infografis Banjir Bandang Terjang NTT

Infografis Banjir Bandang Terjang NTT. (Liputan6.com/Abdillah)
Infografis Banjir Bandang Terjang NTT. (Liputan6.com/Abdillah)

Simak Juga Video Berikut