Sumut Waspadai Ancaman Gelombang Ketiga Covid-19

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Medan Meski saat ini penularan Covid-19 di Sumatera Utara (Sumut) berangsur angsur melandai, namun tetap harus waspada dan menyiapkan berbagai langkah antisipasi. Salah satunya mewaspadai ancaman gelombang ketiga Covid-19.

Positif harian di Sumut saat ini sebanyak 19 kasus. Rata-rata 42,7 kasus selama Oktober 2021. Kasus aktif 557 kasus, berkurang 474 kasus dalam dua pekan terakhir. Tingkat kesembuhan 96,7 persen dan kondisi Bed Occupancy Rate (BOR) hanya berada pada angka 2 persen.

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut bersinergi dengan Forkopimda dan berbagai pihak mempersiapkan berbagai hal, agar tidak terjadi kenaikan kasus seperti beberapa bulan lalu. Pemprov Sumut juga terus menggenjot angka vaksinasi, sehingga kekebalan komunitas di Sumut dapat tercapai.

"Hingga kini capaian vaksinasi telah mencapai 42,6 persen untuk dosis pertama dan 25,2 persen dosis kedua," kata Gubernur Sumut, Edy Rahmayadi, usai mengikuti pengarahan Presiden Republik Indonesia Joko Widodo atau Jokowi secara virtual di Aula Tengku Rizal Nurdin, Rumah Dinas Gubernur, Jalan Jenderal Sudirman, Kota Medan, Senin (25/10/2021).

Gubernur Edy juga mengimbau masyarakat agar terus menjalankan protokol kesehatan (prokes). Hal itu dilakukan agar masyarakat tetap mewaspadai adanya penularan Covid-19, meskipun saat ini melandai.

"Kami imbau masyarakat mewaspadai penularan Covid-19 masih ada. Masyarakat jangan lengah, tetap ikuti protokol kesehatan, terutama masker," imbaunya.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Arahan Jokowi

Presiden Indonesia Joko Widodo atau Jokowi menyampaikan pidato secara virtual di Sidang Majelis Umum PBB, Rabu (22/9/2021). Jokowi menyebut potensi kekerasan dan marjinalisasi perempuan di Afghanistan, kemerdekaan Palestina, dan krisis politik Myanmar harus jadi fokus bersama. (UN Web TV via AP)
Presiden Indonesia Joko Widodo atau Jokowi menyampaikan pidato secara virtual di Sidang Majelis Umum PBB, Rabu (22/9/2021). Jokowi menyebut potensi kekerasan dan marjinalisasi perempuan di Afghanistan, kemerdekaan Palestina, dan krisis politik Myanmar harus jadi fokus bersama. (UN Web TV via AP)

Presiden Jokowi meminta gubernur seluruh Indonesia mewaspadai gelombang ketiga Covid-19. Apalagi beberapa bulan lagi Natal dan Tahun Baru. Jokowi mengharapkan kepala daerah mengimbau masyarakat tidak bepergian saat Natal dan Tahun Baru.

Kekhawatiran itu bukan tanpa alasan, banyak epidemiolog yang mengingatkan ancaman gelombang ketiga Covid-19. Hal Itu disampaikanya saat memberi arahan kepada Forkopimda seluruh Indoensia secara virtual.

"Saya harapkan, dirancang dan direncanakan secara detail sesuai kondisi masyarakat setempat, dengan menghargai norma-norma yang ada dan tetap mematuhi protokol kesehatan," ucap Jokowi.

Vaksinasi Covid-19

Ilustrasi Vaksinasi (Arfandi Ibrahim/Liputan6.com)
Ilustrasi Vaksinasi (Arfandi Ibrahim/Liputan6.com)

Jokowi juga meminta kepala daerah terus mendorong vaksinasi Covid-19 terhadap anak-anak, seiring dengan dibukanya sekolah untuk pembelajaran tatap muka.

"Kewaspasdaan harus dijaga, agar penurunan Covid-19 bisa ditekan. Kita harapkan tidak ada gelombang ketiga," sebutnya.

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel