Sungai Dicemari Limbah, Warga Magetan Protes Dengan Cara Unik

Editor Times Indonesia, MK Adinugroho Syaifullah, Faizal R Arief

Warga Jalan Tamrin, Kelurahan Kauman, Kecamatan/Kabupaten Magetan, Jawa Timur memiliki cara yang unik untuk menyampaikan aspirasi terkait keluhan bau limbah di kawasan sungai Gandong kepada Pemkab setempat.

Mereka menjadikan tempat tersebut sebagai lokasi wisata baru di Magetan. Ketua RW 03 Kelurahan Kauman, Muhammad Iqbal mengatakan, hal itu dilakukan secara spontan oleh warga setempat karena sudah lama menyampaikan keluhan mengenai sungai Gandong yang tercemar bau limbah kepada Pemkab Magetan. Namun, hingga kini pemerintah daerah belum memberikan solusi terkait masalah ini.

 "Dulu kita sudah kirim surat ke berbagai lembaga, bahkan sampai ke pusat. Memang saat itu ada reaksi bahkan sampai ke persidangan juga, tapi masih tidak ada solusi," ungkapnya.

lokasi-jalan-longsor-2.jpg

Meski penanganan sungai Gandong merupakan wewenang sungai DAS Solo, namun pihaknya berharap kepada Pemkab Magetan dapat mengatasi permasalahan tersebut.

Apalagi, ada sebagian jalan di kawasan sungai Gandong yang longsor hingga membuat akses warga terputus.

"Semoga ada pemimpin yang berani dan mampu menyelesaikan masalah ini," ujarnya.

Berdasarkan informasi, bau tidak sedap di sungai Gandong berasal dari dampak limbah Lingkungan Industri Kulit (LIK) yang dibuang ke sungai Gandong. Kondisi itu, sudah terjadi selama bertahun-tahun hingga memicu kekesalan warga Magetan.