Suntik Insulin Sebabkan Ketergantungan? Ini Faktanya!

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Jakarta - Dokter spesialis penyakit dalam JEC Eye Hospitals and Clinics, dr Bhanu Kumar BMedSc SpPD menyebut bahwa hingga saat ini masih banyak pasien diabetes takut melakukan suntik insulin.

Pasien diabetes beranggapan bahwa suntik insulin bikin dia jadi ketergantungan.

"Ini mitos," kata Bhanu dalam webinar pada Selasa, 16 November 2021.

Padahal, lanjut Bhanu, suntik insulin diperlukan guna membantu mengontrol gula darah, khususnya bagi pasien diabetes tipe 1.

"Penyakit diabetes pada dasarnya tidak bisa sembuh. Namun, bisa dikontrol dengan obat-obatan untuk menurunkan kadar gula darah yang berlangsung seumur hidup," Bhanu mengingatkan.

Sehingga nantinya jika memang dengan pengobatan oral atau minum tidak berhasil menurunkan kadar gula darah, hanya terapi insulin yang bisa diberikan kepada pasien diabetes

Penggunaan Suntik Insulin

Lantas, mengapa pemberian suntik insulin paling dibutuhkan pasien diabetes tipe 1?

"Hal ini karena diabetes tipe 1 disebabkan oleh rusaknya sel penghasil insulin alami dalam pankreas akibat gangguan autoimun. Akibatnya, tubuh tidak bisa menghasilkan cukup insulin." Kata Bhanu.

Namun, dalam beberapa kasus, penderita pasien diabetes tipe 2 juga mungkin memerlukan terapi insulin jika perubahan gaya hidup dan konsumsi obat-obatan diabetes tidak mampu mengendalikan kadar gula darah.

Cara penyuntikan insulin dilakukan pada kulit, tepatnya ke dalam jaringan lemak. Hal ini bertujuan agar insulin lebih cepat mengalir dalam aliran darah sehingga kerjanya pun lebih cepat terlihat.

Reporter: Lianna Leticia

Infografis 4 Tips Penderita Diabetes Hindari Penularan Covid-19

Infografis 4 Tips Penderita Diabetes Hindari Penularan Covid-19. (Liputan6.com/Abdillah)
Infografis 4 Tips Penderita Diabetes Hindari Penularan Covid-19. (Liputan6.com/Abdillah)
Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel