Supaya Ideal, Kerja Di Kota, Beli Rumah Di Daerah

RumahCom – Kebanyakan pekerja akan kesulitan membeli rumah di kota, karena itu cukup bekerja dengan tinggal di hunian sewa dan mencicil rumahnya di kampung halaman. Format ini akan membuat kota-desa menjadi sama-sama berkembang.

Permasalahan di sektor perumahan kita masih sangat besar. Masih banyaknya masyarakat yang belum bisa mengakses rumah yang layak, tinggal bersama orang tua, mengontrak, hingga berhunian di wilayah-wilayah perkotaan yang terlarang masih menjadi kenyataan yang harus dihadapi sehari-hari.

Berbagai program pemerintah untuk memudahkan kalangan pekerja mengakses perumahan belum bisa mengurangi angka defisit (backlog) perumahan yang disebut masih belasan juta. Ditambah rumah tangga baru yang mencapai 800 ribu per tahun terus memperbesar angka backlog perumahan kita.

Kalangan pekerja di perkotaan menjadi penyumbang utama besarnya backlog perumahan kita. Dibutuhkan cara-cara yang lebih kreatif dan bersifat terobosan untuk bisa memberikan jaminan hunian bagi kalangan ini sehingga kota yang semakin padat tidak menjadi semakin kumuh akibat desakan hunian dari populasi kota yang terus bertambah.

Menurut Ketua Umum Real Estat Indonesia (REI) periode 1992-1995 Enggartiasto Lukita, ada cara lain yang bisa ditempuh untuk memberikan akses perumahan bagi kalangan pekerja perkotaan. Mantan Menteri Perdagangan 2016 ini menyarankan supaya bisa dibangun banyak hunian di kampung halaman asal pekerja.

Perkembangan infrastruktur memberikan dampak positif untuk beberapa sektor, terutama sektor properti. Bagaimana MRT bisa menggenjot kenaikan harga properti? simak di video berikut ini.

“Jadi untuk di perkotaan kita bangun banyak hunian sewa atau rusunawa di banyak tempat yang mudah diakses kalangan pekerja. Sewanya murah dan memudahkan aktivitas mereka ke tempat kerja sekaligus istrinya bisa ke pasar dan anaknya bersekolah yang jaraknya dekat. Jadi konsep bact to the city itu sudah benar dan harus kita jalankan,” ujarnya.

Konsep rusunawa menjadi paling tepat diterapkan di perkotaan dengan harga tanah yang semakin mahal. Bisa dimanfaatkan tanah-tanah negara ataupun tanah yang tidak terpakai untuk dimaksimalkan menjadi hunian kalangan pekerja ini. Di sisi lain negara juga tidak kehilangan aset tanah karena sifatnya hanya sewa.

Untuk hunian yang sifatnya hak milik bagi kalangan pekerja ini, bisa dimaksimalkan untuk dibangun di daerah-daerah. Jadi si pekerja yang bekerja di Jakarta maupun kota-kota besar lainnya, bisa mencicil rumah di kampung halamannya sebagai tabungan maupun persiapan tempat tinggal saat nanti dia purna tugas atau pensiun.

“Contohnya saya orang Cirebon dan bekerja di Jakarta, suatu saat tentu pengen punya rumah di Cirebon karena setiap orang punya kecenderungan untuk tinggal di kampung halamannya saat tua. Biarkan kota menjadi tempat bekerja dan mencari uang, perbanyak rusunawa-rusunawa dan permudah untuk beli rumah di daerah-daerah. Dengan begitu daerah juga bisa ikut maju dengan perkembangan propertinya dan nanti warganya akan kembali, di perkotaan juga menjadi lebih mudah menata kawasannya,”  bebernya.

Temukan lebih banyak pilihan rumah terlengkap di Daftar Properti dan Panduan Referensi seputar properti dari Rumah.com

Hanya Rumah.com yang percaya Anda semua bisa punya rumah