Supermi Luncurkan Mi Instan Berbahan Brokoli, Ganti Micin dengan Kaldu Jamur

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Mi instan kerap diidentikkan sebagai makanan tak sehat dengan beragam sebab. Untuk mengubah persepsi itu, Supermi meluncurkan varian mi instan terbaru yang dimasukkan dalam kategori Pilihan Lebih Sehat.

Mi instan tersebut berwarna hijau. Warna tersebut didapat dari brokoli. Dalam rilis yang diterima Liputan6.com, beberapa waktu lalu, mi tersebut hadir dalam varian rasa steak ayam yang juga dilengkapi wortel dan jagung sebagai taburannya.

"Supermi Nutrimi Rasa Steak Ayam telah memenuhi kriteria yang ditetapkan oleh BPOM sebagai produk Pilihan Lebih Sehat," kata General Manager Marketing Divisi Mi Instan PT Indofood CBP Sukses Makmur, Tbk, Julia Atman.

Kriteria sehat tersebut mengacu pada Peraturan BPOM Nomor 22 Tahun 2019. Selain menambahkan brokoli, mi instan itu juga mengganti micin dengan bubuk kaldu jamur sebagai pemberi rasa. Mi instan tersebut diklaim tidak menggunakan pengawet.

"Kami melihat semakin meningkatnya kesadaran masyarakat akan kesehatan, terlihat semakin banyaknya masyarakat yang menerapkan pola hidup sehat, termasuk dalam memilih makanan," imbuh Julia.

Satu kemasan 80 gram mi instan rasa steak ayam itu mengandung 380 kkal, tak terlalu jauh beda dari Supermi biasa. Harganya Rp3.500 per bungkus.

"Kami berharap kelebihan yang ditawarkan Supermi Nutrimi ini menjadi solusi lengkap bagi pecinta mi yang menginginkan produk yang lebih sehat, lebih enak, dan tentunya lebih terjangkau," ucap Julia.

Bagaimana Rasanya?

Supermi Nutrimi Rasa Steak Ayam. (Liputan6.com/Dinny Mutiah)
Supermi Nutrimi Rasa Steak Ayam. (Liputan6.com/Dinny Mutiah)

Saya mencoba varian rasa Supermi Nutrimi itu. Tampilan kemasan yang didominasi warna hijau terang dan putih itu saja menunjukkan mi instan tersebut beda kelas dari Supermi biasa.

Cara memasaknya tak berbeda dari mi biasa. Hanya saja, saya menambahkan sayur dan telur sebagai tambahan nutrisi ke dalamnya.

Tekstur mi lebih kenyal dari Supermi biasa. Rasanya pun berbeda dibandingkan mi yang mengandung MSG.

Rasa kering di kerongkongan yang biasanya terdeteksi setelah menyantap mi berbumbu MSG, tidak terasa setelah menelan mi yang ini. Padahal, saya memakai semua bumbu kering yang ada sekaligus minyak sayurnya. Meski begitu, gurihnya bumbu tetap berasa.

Satu porsi mi instan itu cukup mengenyangkan, terutama karena saya menambahkan sayuran dan protein lain. Pasalnya, sayuran kering yang menjadi topping memang tak cukup untuk memenuhi kebutuhan serat harian.

Camilan Tradisional Tampil Kekinian

Infografis tampilan kekinian camilan tradisional. (Liputan6.com/Triyasni)
Infografis tampilan kekinian camilan tradisional. (Liputan6.com/Triyasni)

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini: