Suplai Perkantoran di Jakarta pada 2021-2024 Diprediksi Anjlok

Fikri Halim, Mohammad Yudha Prasetya
·Bacaan 2 menit

VIVA – Colliers International menyampaikan laporan rekapitulasi hasil riset properti di sektor perkantoran DKI Jakarta. Ada dua periode yang diriset yakni tahun 2017-2020 dan proyeksi 2021-2024.

Senior Associate Director Colliers, Ferry Salanto, memaparkan, rekapitulasi data properti di sektor perkantoran selama 2020 mencatat rata-rata suplai di sektor perkantoran pada kawasan central business district (CBD) selama 2017-2020 sejumlah 357.361 meter persegi.

"Sedangkan nanti di tahun 2021 sampai 2024, suplai itu sudah akan jauh berkurang secara rata-rata menjadi hanya 138.839 meter persegi," kata Ferry dalam telekonferensi, Rabu 6 Januari 2021.

Baca juga: Sertifikat Hak Atas Tanah Dicek Secara Elektronik, Ini Untungnya

Rata-rata suplai perkantoran di luar kawasan CBD pada 2017-2020 telah mencapai 145.456 meter persegi. Namun, pada rentang 2021 hingga 2024, diprediksi secara rata-rata akan menurun menjadi sekitar 93.161 meter persegi saja.

"Jadi itu sudah lebih dari separuhnya berkurang, dan ini sebenarnya merupakan indikator yang bagus. Karena kita semua tahu bahwa sektor perkantoran ini mengalami over supply situation dalam beberapa tahun terakhir," ujarnya.

Ferry menambahkan, mulai tahun depan hingga 2024 masih ada beberapa proyek (properti sektor perkantoran) yang akan diselesaikan.

Khususnya pada 2021-2022, dipastikan gedung-gedung yang ada saat ini sudah hampir dalam tahap penyelesaian, juga akan segera dirampungkan. "Artinya memang sulit bagi mereka untuk tidak menyelesaikan sesuai schedule-nya," kata Ferry.

Dia mengaku, hal itu dikarenakan adanya sedikit penurunan pada tingkat kepercayaan para pengembang. Mengingat kondisi pandemi COVID-19 yang masih berlangsung hingga saat ini.

Dengan demikian, Ferry melanjutkan, suplai pada 2021-2022 sektor perkantoran di Jakarta memang tidak banyak berubah. Namun, untuk 2023-2024, kondisi suplai sektor perkantoran di Ibu Kota diperkirakan masih sangat mungkin bisa berubah.

"Karena kita enggak tahu kalau ternyata di 2022 kondisi pandemi sudah baik lagi, sehingga gedung-gedung yang tadinya direncanakan rampung di 2023-2024 bisa dikebut di tahun 2022 tersebut," tuturnya.

Diketahui, pasokan sektor perkantoran pada kawasan CBD di DKI Jakarta pada 2020 mencatat bahwa empat gedung telah beroperasi secara bersamaan di kuartal I-2020 dan telah menambah stok baru pada pasokan sektor perkantoran sebesar 212.247 meter persegi. Total pasokan kumulatif mencapai 6,87 juta meter persegi, atau tumbuh 3,2 persen secara year-on-year. Setelah itu, tidak ada lagi tambahan pasokan baru hingga penghujung 2020.

Sementara itu, untuk suplai perkantoran di luar kawasan CBD DKI Jakarta, tercatat bahwa tiga gedung telah beroperasi dan membawa tambahan 85 ribu meter persegi pasokan baru selama kuartal IV-2020. Sehingga, total pasokan kumulatif tercatat mencapai 3,58 juta meter persegi atau tumbuh 2,4 persen secara year-on-year. (art)