Suporter Nyentrik di Indonesia Masters 2022, Rela Terbang dari Malaysia dan Tinggalkan Istri demi Ramaikan Istora

Bola.com, Jakarta - Rangkaian Indonesia Masters 2022 hari Jumat (10/6/2022) hampir usai. Namun ada satu pemandangan menarik di dekat gerbang masuk Istora Senayan, dengan balutan serba merah-putih, Yanto namanya, tampak bingung mencari tiket untuk hari esok.

Penampilannya sangat mencolok di tengah keramaian suporter lain yang lalu lalang di sekitar Istora Senayan. Yanto sempat berbincang dengan calo tiket, tapi agaknya semua jawaban tidak membuatnya puas.

Yanto kebingungan karena takut tak bisa mendapatkan tiket untuk pertandingan semifinal besok di tempat yang sama. Ia bergerak ke sana ke mari, sembari sesekali meneriakkan yel yel Indonesia.

"Saya sudah menonton Indonesia Masters dari kemarin dan hari ini. Besok juga rencananya, kalau dapat tiket," tukas Yanto dengan nada lirih seakan lelah setelah seharian memberikan dukungan," kata Yanto saat ditemui Bola.com di depan Istora Senayan, Jumat (10/6/2022).

"Tiket Indonesia Masters 2022 untuk besok belum ada. Sementara saya numpang menginap di rumah saudara di Jakarta Selatan, kalau tidak sempat ya cari hotel murah."

Lanjut Terus

Yanto bercerita kalau ia terbang dari Malaysia ke Jakarta seorang diri. Ia bahkan berniat lanjut ke Malaysia Open dan Singapura Open jika kesehatannya mendukung.

"Saya datang sendiri ke Jakarta untuk mendukung Merah Putih di Indonesia Masters 2022 dan Indonesia Open 2022. Saya dari Malaysia naik pesawat, kemarin saya ke Thailand juga tapi tidak bisa nonton Thailand Open karena keadaan masih COVID-19," kata Yanto.

"Bahkan nanti saya mau lanjut Malaysia Open dan Singapura Open kalau diberikan kesehatan," ujarnya melanjutkan.

"Saya datang ke sini sengaja untuk memberikan dukungan kepada mereka, mudah-mudahan mereka tambah semangat!"

Tinggalkan Istri dan Pantang Malu

Menurut pengakuan Yanto, istrinya tidak masalah jika ditinggal sang suami. Justru istrinya yang asli Cilacap malah mendukung apa yang dilakukan Yanto.

"Istri saya enggak apa-apa ditinggal, yang penting saya pergi nonton Indonesia itu mereka dukung malah."

Butuh nyali dan urat malu yang tebal bagi seorang suporter untuk tampil beda di tengah kerumunan suporter. Bagi Yanto, tak ada alasan untuk malu jika urusannya adalah bangsa dan negara.

"Untuk negara buat apa malu? Pakaian ini saya pakai seperti ini karena cinta Indonesia," kata Yanto yang tampil sangat nyentrik dengan pakaian merah putih plus bendera di atas kepala serta sejenis tasbih berukuran besar, juga dengan atribut merah putih.

"Sebenarnya malah atribut saya banyak yang tertinggal. Kacamata, sepatu, pokoknya berbau merah putih."

"Saya semua olahraga pasti saya dukung, tapi memang utamanya sepak bola dan bulutangkis. Kalau sepak bola saya cuma kuat dukung sampai Vietnam atau Thailand saja."

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel