Suporter Persis Solo Ricuh di Yogyakarta, Gibran Minta Maaf ke Warga

Merdeka.com - Merdeka.com - Suporter Persis Solo terlibat kericuhan dengan warga yang diduga pendukung PSIM di beberapa tempat di Yogyakarta saat perjalanan ke Stadion Moch Saebroto Magelang, Senin (25/7). 3 orang rombongan dari Solo dikabarkan mengalami luka ringan.

Wali Kota Surakarta, Gibran Rakabuming Raka menyesalkan kejadian tersebut. Dia pun meminta maaf dan siap bertanggungjawab atas kericuhan yang terjadi.

"Saya yang jelas minta maaf kepada warga Yogyakarta yang merasa tidak nyaman akibat kejadian tersebut," ujar Gibran di Balai Kota Solo Selasa (26/7).

Gibran mengaku sudah berkoordinasi dengan manajemen Persis Solo terkait kejadian tersebut. Dia siap bertanggungjawab penuh terhadap fasilitas umum, rumah ataupun warung yang mengalami kerusakan akibat bentrokan.

"Sudah, sudah koordinasi sama manajemen Persis, sama Kevin Nugroho juga," katanya.

Senin kemarin Persis Solo memang harus menjalani laga home pertama Liga 1 menjamu Dewa United di Magelang. Persis harus terusir dari kandang, karena Stadion Manahan digunakan untuk ASEAN Para Games.

Ribuan suporter Pasoepati dan lainnya memang nekat menerobos wilayah Kota Yogyakarta. Padahal selama ini suporter kedua kota dikenal tak pernah akur, meski sudah berbeda kasta.

Kronologi Kericuhan Suporter

Keributan terjadi di Jl. Affandi Mrican Kal.Caturtunggal Kapenawan Depok Kabupaten Sleman, Yogyakarta. Keributan berawal saat rombongan suporter Persis Solo yang berjumlah ratusan orang mengendarai sepeda motor dari arah selatan.

Sesampainya di utara SMA GAMA, rombongan suporter Persis Solo berhenti dan sesaat kemudian datang dari arah selatan rombongan warga yang diduga merupakan suporter PSIM Yogyakarta dengan mengendarai sepeda motor dan sempat terjadi gesekan. Suporter Persis Solo yang mengarah ke utara dikejar oleh suporter PSIM Yogyakarta dan kembali terjadi gesekan.

Selain mengakibatkan 3 orang suporter Persis Solo mengalami luka-luka, 2 (dua) unit sepeda motor milik suporter Persis Solo diamankan. Sebuah motor dalam kondisi rusak karena dirusak massa dari suporter PSIM Yogyakarta.

Gibran menjelaskan, pihaknya telah mengidentifikasi adanya beberapa tempat dan warung yang mengalami kerusakan akibat bentrokan.

"Juga kerusakan kecil itu nanti akan menjadi tanggung jawab kami," katanya.

Gibran juga siap membantu biaya perawatan pada 3 orang suporter Persis Solo yang menderita luka-luka.

"Yang jelas kami siap membantu. Kemarin dari laporan terakhir mereka tidak mau dijahit," pungkas dia. [ray]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel