Suporter PSM Yakin Tim Kebanggaannya Tetap Berkiprah di Liga 1

·Bacaan 2 menit

Bola.com, Makassar - Kalangan suporter PSM Makassar yakin tim kebanggaannya tetap berkiprah di Liga 1 2021 yang rencananya bakal bergulir awal Juli mendatang.

Seperti diketahui, National Dispute Resolution Chamber (NDRC) Indonesia dalam keputusannya mewajibkan PSM menyelesaikan tunggakan gaji terhadap pemainnya sebesar Rp6 miliar.

Kalau manajemen PSM tak menyelesaikan kewajibannya itu, maka tidak dapat mendaftarkan pemain dalam tiga periode. Artinya, skuad Juku Eja terancam tidak bisa berpartisipasi di Liga 1 karena tidak punya pemain.

Kepada Bola.com, Kamis (22/4/2021), Presiden kelompok suporter PSM, Red Gank, Sul Daeng Kulle, yakin masalah tunggakan gaji itu bisa terselesaikan sebelum Liga 1 bergulir.

"Kami yakin manejemen PSM juga sudah memikirkan solusinya. Kita tunggu saja perkembangannya," tegas Sul Daeng Kulle.

Sul Daeng Kulle pun yakin PSM tetap bisa bersaing di Liga 1 seperti musim sebelumnya. Ia merujuk penampilan mengesankan PSM di Piala Menpora meski hanya bermaterikan pemain lokal.

"PSM tinggal mendatangkan pemain asing berkualitas bagus serta tambahan pemain lokal sesuai kebutuhan tim."

Sebelumnya, CEO PSM Makassar, Munafri Arifuddin beberapa waktu sudah berjanji akan menyelesaikan berbagai masalah yang melanda timnya sebelum keputusan bergulir.

"Situasi yang kami hadapi saat ini sangat sulit karena praktis tak ada pemasukan akibat kompetisi terhenti. Tapi, kami akan menyelesaikan masalah internal secara bertahap sebelum Liga 1 2021 dimulai," kata Munafri.

Fokus Kawal Pembangunan Stadion Mattoangin

Tampak bangunan Stadion Andi Mattalatta Mattoangin memang masih tradisional. (Bola.com/Abdi Satria)
Tampak bangunan Stadion Andi Mattalatta Mattoangin memang masih tradisional. (Bola.com/Abdi Satria)

Pada kesempatan itu, Sul Daeng Kulle mengungkapkan kalangan suporter saat ini lebih fokus mengawal kelanjutan pembangunan Stadion Mattoangin yang belakangan belum jelas kapan dimulai.

Padahal, bangunan Stadion Mattoangin sudah rata dengan tanah. Pembangunan ini pun terancam mangkrak setelah Gubernur Sulawesi Selatan, Nurdin Abdullah yang menjadi insiator, ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK terkait kasus dugaan korupsi sejumlah proyek infrastruktur di wilayahnya.

"Kami ingin ada kejelasan pembangunan Stadion Mattoangin dalam waktu dekat. Bukan sekadar polemik dan janji manis. Sangat memalukan, Makassar yang dikenal memiliki sejarah panjang sebagai gudang pemain sepak bola tak lagi memiliki stadion," tegas Sul Daeng Kulle.

Sejatinya, ada stadion alternatif yang pembangunan sempat berjalan lancar yakni Stadion internasional Barombong. Tapi, proses pembangunan stadion yang sudah diatas 70 persen ini dihentikan sementara oleh Pemprov Sulsel dengan alasan harus diaudit dulu.

Belakangan muncul wacana pembangunan Stadion Mattoangin. Namun, setelah stadion yang diresmikan pada 1957 ini dibongkar dan rata dengan tanah, kelanjutannya pembangunannya malah belum ada kejelasan.

Video