Suporter PSS Sleman Tewas Dikeroyok, DPRD: Tidak Ada Sepak Bola Seharga Nyawa

Merdeka.com - Merdeka.com - Suporter PSS Sleman Tri Fajar Firmansyah meninggal dunia karena menjadi korban pengeroyokan suporter sepakbola lain. Warga Glendongan, Kecamatan Depok, Kabupaten Sleman itu dikeroyok di daerah Babarsari pada Senin (25/7).

Pengeroyokan ini membuat Fajar mengalami luka di bagian kepala belakang. Setelah mendapatkan perawatan selama seminggu di RSPAU Hardjolukito, Fajar akhirnya menghembuskan napas terakhirnya pada Selasa (2/8).

Anggota DPRD Kabupaten Sleman dari Komisi D, dr. Raudi Akmal menyayangkan kejadian bentrok sejumlah suporter bola dengan warga pada saat hari pertandingan Persis Solo vs Dewa United yang terjadi pada hari Senin lalu (25/7). Apalagi bentrokan itu memakan korban warga Sleman dan juga anggota supporter PSS Sleman.

"Tidak ada sepak bola seharga nyawa manusia. Saya rasa kalimat ini harus benar-benar dipahami oleh semua penikmat sepak bola. Pertama, ucapan bela sungkawa sedalam-dalamnya saya berikan kepada keluarga Tri Firmansyah. Saya semalam sudah bertemu dengan ayah korban dan sedih rasanya melihat beliau kehilangan anaknya yang menjadi korban kejadian bentrok supporter sepakbola ini" kata Raudi yang juga merupakan anak Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo ini.

Raudi mengatakan kejadian bentrokan antara suporter ini terus berulang. Bahkan setelah hampir 3 tahun kita tidak merasakan euforia sepakbola, ditahun 2022 saat momentum bola hadir kembali justru terjadi keributan suporter lagi.

"Sepak bola itu harusnya jadi penyemangat, pemersatu. Tapi malah kita disuguhi dengan sikap-sikap anarkis yang bahkan merenggut nyawa. Fanatisme tentu boleh tetapi jangan sampai fanatisme ini malah mendorong ke arah tindak kekerasan. Hal ini selayaknya kita tinggalkan," tegas politisi PAN ini.

Raudi meminta agar persoalan ini diselesaikan sesuai dengan prosedur hukum yang benar. Raudi meminta agar kasus ini dipercayakan pada pihak kepolisian.

"Aparat kepolisian perlu mengusut dengan tegas kasus ini. Dari pihak PSSI atau pun penyelenggara perlu memberikan tindakan tegas agar kejadian-kejadian ini tidak terus berulang. Harus ada yang bertanggungjawab. Saya juga siap ikut mengawal kasus ini hingga tuntas," tutup Raudi. [ray]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel