Suporter Sriwijaya FC Dibekukan Sementara

Palembang (ANTARA) - Kelompok suporter Sriwijaya FC, Sriwijaya Football Club di Sumatera Selatan untuk sementara dibekukan karena anggotanya dipandang sering melakukan keributan.

Pembekuan SFC itu berdasarkan keputusan pertemuan manajemen Sriwijaya FC, Pemerintah Kota bersama jajaran Polresta Palembang, Kamis.

Pembekuan pendukung Sriwijaya FC itu terkait terjadinya keributan antarsuporter di Palembang, Rabu yang mengakibatkan tiga sepeda motor dibakar masa.


Pengurus Sriwijaya FC Augie Bunyamin ketika dihubungi di Palembang membenarkan, sekarang ini pendukung klub "Laskar Kito" ditiadakan untuk sementara.

Jadi nantinya mereka bila ingin menyaksikan dan mendukung klub yang pernah meraih dua gelar juara tersebut tidak menggunakan atribut SFC lagi.

Manajemen Sriwijaya FC melarang setiap aktivitas dengan mengatasnamakan dan menggunakan atribut suporter, kata dia.

Pihaknya membekukan sementara hingga batas waktu yang belum ditentukan, ujar dia.

Selama ini Sriwijaya FC memiliki suporter yang tergabung dalam Bela Armada Sriwijaya (Beladas) dan Singa Mania.

Kedua kelompok besar inilah yang kerap melakukan keributan di antara mereka baik di dalam stadion maupun di luar arena pertandingan.

Menurut dia, pihaknya masih membuka kesempatan bagi suporter untuk berbenah hingga mereka kembali dapat dikatakan pendukung resmi.

Dengan pembekuan itu, menurut Augie, setiap laga kandang tidak satupun penonton yang menggunakan atribut suporter tertentu.

Selain itu kelompok tersebut tidak diperkenankan membawa alat musik ke dalam stadion.

Ketua Suporter Singa Mania mengatakan, pembekuan tersebut harus diperjelas karena pihaknya memiliki anggaran dasar dan anggaran rumah tangga.

Kalau pembubaran organisasi pihaknya keberatan tetapi kalau hanya tidak melaksanakan aktivitas sebagai suporter untuk sementara ini dirinya masih menerima, kata dia.(rr)

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.