Supriadi dan Brylian Main di Babak Kedua, Fakhri Puji Kedalaman Skuat

Ilyas Listianto Mujib

Jakarta, IDN Times - Pelatih Timnas U-19, Fakhri Husaini, membeberkan alasan kenapa menurunkan Mochammad Supriadi pada babak kedua saat timnya bermain imbang 1-1 melawan Korea Utara dalam laga terakhir babak kualifikasi Piala AFC U-19 yang dihelat di Stadion Utama Gelora Bung karno (SUGBK), Senayan, Jakarta, Minggu (10/11).

"Itu adalah bagian dari strategi. Saya sudah bilang kemarin kondisi Supri bukan cedera serius. Saya sengaja simpan dia karena memiliki akselerasi dan kecepatan yang bisa merepotkan lawan. Saya butuh pemain yang bisa mengubah permainan," kata pelatih berusia 54 tahun tersebut dalam sesi konferensi pers.

1. Fakhri tak mungkin paksakan pemain untuk turun saat cedera

Supriadi dan Brylian Main di Babak Kedua, Fakhri Puji Kedalaman Skuat

Ia pun menyebut, tak mungkin baginya sebagai pelatih memaksakan kondisi Supriadi dalam duel Timnas U-19 kontra Korea Utara. Menurut dia, Supri sengaja disimpan untuk babak kedua agar rotasi pemain bisa berjalan baik dan lawan kesulitan membaca taktik yang dilakukannya.

Kondisi serupa pun Fakhri samakan dengan Brylian Aldama yang dalam laga pertama dan terakhir ini dijadikan pemain pengganti. Fakhri mengklalim bahwa itu bagian dari strateginya saja, karena baik Brylian atau Theo Fillo yang bergantian mengisi posisi di tengah memiliki karakter berbeda yang ia butuhkan.

"Saya pelatih beruntung karena dapat beberapa pemain potensial lebih dari satu pemain di setiap posisi. Menguntungkan bagi pelatih karena Theo dan Brylian punya karakter permainan berbeda. Saya juga punya alasan kenapa Theo dimainkan pada babak pertama," ujar Fakhri.

2. Fakhri tak setuju adanya penurunan permainan Timnas U-19 pada babak kedua

Supriadi dan Brylian Main di Babak Kedua, Fakhri Puji Kedalaman Skuat

Yang pasti, apa yang diterapkannya berhasil berjalan dengan baik dalam duel tadi. Sebab, saat dirinya memutuskan untuk mengganti Theo dengan Brylian, permainan Timnas U-19 tampil lebih menekan sehingga akhirnya bisa membuat gol untuk menyamakan kedudukan.

Terkait penurunan permainan usai turun minum yang disebut beberapa pihak, Fakhri malah berpandangan sebaliknya. Ia menilai tak ada penurunan yang terlihat di lapangan karena timnya tampil jauh lebih agresif dan membuat Timnas U-19 menciptakan beberapa peluang berbahaya sampai akhir laga.

Mungkin yang maksudnya penurunan tersebut, ujar Fakhri adalah masalah timnya yang sulit mengantisipasi direct passing yang dijalankan para penggawa Korea Utara. Tapi, hal itu tak dianggapnya kesalahan karena setiap pemain pasti kesulitan menghadapi gaya bermain seperti itu.

3. Fakhri tak mau salahkan timnya kecolongan gol dari Korea Utara

Supriadi dan Brylian Main di Babak Kedua, Fakhri Puji Kedalaman Skuat

Oleh sebab itu, ia tak mau menyalahkan pemainnya, terutama lantaran kecolongan lewat gol dari luar kotak penalti yang dilakukan pemain Korea Utara. Sebab, lanjut dia, dalam ribuan momen di sepakbola, kesalahan seperti itu bisa terjadi sepersekian detik walau timnya tampil baik sepanjang laga.

"Pemain sudah tampil bagus selama 44 menit. hanya sepersekian menit saja pemain kecolongan. Dalam sepakbola segala hal bisa terjadi. Tentu kita juga tak bisa lupakan ribuan momen baik yang sudah dilakukan anak-anak," tukas pelatih berusia 54 tahun tersebut.

Pada pertandingan itu sendiri, Timnas U-19 harus tertinggal lebih dulu di babak pertama lewat gol Kim Kwang-chong (41'). Beruntung, Bagus Kahfi mampu menyamakan kedudukan melalui titik putih saat laga memasuki menit ke-62, sehingga hasil itu mengantarkan Timnas U-19 lolos ke babak utama Piala AFC tahun depan di Uzbekistan.