Surabaya Diserang Dua Hoaks Hari Ini, Ada Apa?

·Bacaan 2 menit
Ilustrasi Hoax. (Liputan6.com/Rita Ayuningtyas)

Liputan6.com, Surabaya - Kota Surabaya sejak pagi hingga petang ini diserang informasi tidak benar alias hoaks melalui media sosial Whatsapp. Kabar pertama mengenai broadcast rekrutmen pekerjaan khusus warga yang ber-KTP Surabaya.

Kepala Bagian (Kabag) Hubungan Masyarakat (Humas) Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya, Febriadhitya Prajatara memberikan klarifikasi tentang broadcast rekrutmen pekerjaan khusus warga yang ber-KTP Surabaya.

Febri mengungkapkan, broadcast ini banyak menyebar di grup-grup WhatsApp dengan berbagai macam bentuk, yang intinya ada rekrutmen pekerjaan khusus warga yang ber-KTP Surabaya dan daftarnya di RT.

“Jadi, kami pastikan informasi itu tidak benar alias hoaks, itu bukan broadcast dari pemkot, bukan informasi dari Pemkot Surabaya,” ujarnya, Jumat (19/3/2021).

Febri juga meluruskan informasi tersebut. Ia memastikan saat ini Pemkot Surabaya tengah melakukan pendataan Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR). Pendataan MBR plus kali ini lebih rinci dibandingkan data yang lama.

Sebab, lanjut Febri, petugas tidak hanya melihat kondisi rumah warga. Namun, hingga memelototi di dalam satu KK berapa yang bekerja dan bekerja dimana saja, berapa pendapatan atau penghasilannya dalam satu bulan.

“Nah, data MBR ini diverifikasi oleh RT, kemudian divalidasi oleh kelurahan dan nantinya disurvei oleh Dinas Sosial. Makanya dalam beberapa pertemuan Pak Wali Kota ke kecamatan-kecamatan, beliau meminta para lurah dan camat untuk merampungkan pendataan ini,” ucapnya.

Menurut Febri, data MBR plus itu nantinya akan menjadi dasar dan landasan Pemkot Surabaya untuk memberikan intervensi. Bentuk intervensi yang akan dilakukan pemkot bermacam-macam, bisa melalui pelatihan dan pemberdayaan wirausaha.

Selain itu, lanjut Febri, juga bisa melalui pengelolaan aset, bisa dipekerjakan di perusahaan swasta yang ada di Surabaya dan bisa pula jadi tenaga kontrak di lingkungan Pemkot Surabaya. “Bentuk intervensinya bermacam-macam dan kita bersinergi dengan semua pihak,” ujarnya.

Puan-Moeldoko

Kabar bohong yang kedua adalah poster rencana acara Deklarasi Capres-Cawapres 2024 Puan Maharani dan Moeldoko.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Kepolisian Daerah Jawa Timur Komisaris Besar Polisi Gatot Repli Handoko membenarkan adanya sebuah poster rencana acara Deklarasi Capres-Cawapres 2024 Puan Maharani dan Moeldoko di Surabaya, Jawa Timur, beredar di jejaring aplikasi WhatsApp.

Gatot menegaskan bahwa informasi rencana acara Puan-Moeldoko yang tersebar di media sosial itu tidak benar alias palsu. "Poster itu hoaks mas," ujarnya di Mapolda Jatim, Jumat (19/3/2021) petang.

Sekedar diketahui, poster itu berlatar belakang putih dipadu warna biru dan kuning di bagian bingkai. Di pojok kiri atas, terdapat tulisan kecil ProBaktiNKRI.id. Sementara di bagian tengah atas tertulis besar-besar Deklarasi dan Dukungan Capres-Cawapres 2024.

Di bagian tengah poster, terdapat foto Puan Maharani dan Moeldoko sama-sama mengenakan baju warna putih. Di bagian bawah disebutkan bahwa acara akan diadakan di Hotel JW Marriot Surabaya pada Senin, 29 Maret 2021. Di bagian paling bawah juga ditulis sebuah nomor telepon genggam.

Saat mencoba mengkonfirmasi dengan menghubungi nomor telepon yang tertera di poster, tidak ada nada sambung berbunyi ketika ditelepon.

Saksikan video pilihan di bawah ini: