Surabaya-Madiun Tersendat karena Banjir Luapan Sungai di Jombang

Mohammad Arief Hidayat, Nur Faishal (Surabaya)
·Bacaan 1 menit

VIVALalu lintas di jalur arteri yang menghubungkan Surabaya-Madiun tersendat di Kecamatan Bandar Kedungmulyo, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, sejak Kamis hingga Jumat, 4-5 Februari 2021. Gara-garanya, banjir akibat luapan air dari Sungai Brawijaya meluas hingga menggenangi ruas jalan raya.

Wakil Bupati Jombang Sumrambah mengatakan, luapan air dari sungai yang jebol pada Jumat makin tinggi karena aliran dari Rolag 70 di Gudo kian deras. "Harapan kita sebagain pengendara lebih baik lewat tol saja. Masih bisa dilewati asal pelan-pelan. Tapi itu kan menambah kemacetan," katanya dihubungi wartawan.

Sumrambah mengatakan, solusi utama untuk meredam banjir ialah menutup aliran air di Rolag 70. Jika di situ bisa teratasi, maka debit air ke Sungai Avur Besuk tidak terlalu deras dan aliran ke Sungai Avur Brawijaya sehingga menjebolkan tanggul di beberapa titik bisa diatasi.

Baca: Detik-detik Menegangkan saat Banjir Bandang di Puncak Mas

Ia mengaku telah berkoordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) untuk menutup Rolag 70. "BBWS mulai action untuk menutup aliran Rolag 70, supaya debit air tidak terlalu deras menuju ke sungai avur Besuk. Avur besuk luapannya ke Avur Brawijaya dan meluber ke jalan nasional," kata Sumrambah.

Dia menargetkan penutupan Rolag 70 dan penanganan banjir bisa dituntaskan dalam empat hari ke depan. "Kalau itu bisa ditutup kita akan melakukan perbaikan tanggul-tanggul yang jebol. Kalau selama itu belum ditutup, maka sangat sulit kami melakukan perbaikan tanggul yang jebol karena arus deras sungai," ujarnya.

Sambil menunggu langkah teknis BBWS, Pemkab Jombang terus berupaya menangani korban di tiga desa yang terdampak. Seluruh relawan juga fokus penanganan warga di tiga desa. "Saya juga berkantor di Kecamatan Bandar Kedungmulyo sampai sekarang untuk mencukupi kebutuhan dasar dari tiga desa yang terdampak," kata Sumrambah.