Surabaya Zona Kuning Covid-19, Pengunjung Puskesmas Wajib Swab

·Bacaan 1 menit
Pemkot Surabaya menyasar lingkungan Pondok Pesantren (Ponpes) yang ada di Surabaya, Jawa Timur untuk gelar tes COVID-19. (Foto: Dok Humas Pemkot Surabaya)

Liputan6.com, Surabaya - Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Surabaya Febria Rachmanita bersyukur Surabaya kini berstatus zona kuning Covid-19. Menurutnya, untuk mempertahankan atau menurunkan zona kuning ke hijau, adalah dengan tetap menjaga disiplin protokol kesehatan (prokes).

"Kita walaupun sudah zona kuning, tetap harus waspada, tetap jaga protokol kesehatan. Yang harus kita lakukan adalah tetap 3M dan tracing, testing masif," ujarnya, Rabu (1/9/2021).

Feny menjelaskan, salah satu indikator yang dapat dilakukan untuk mempertahankan atau menurunkan kasus Covid-19 adalah dengan memperbanyak testing dan tracing.

Karena itu, lanjut Feny, pihaknya ingin agar tracing dan testing di Surabaya ke depan bisa lebih dimasifkan.

"Kita testing mencapai 4.500. Untuk yang tracing kita sudah 1:28. Kalau target dari pusat (nasional) 1:15, tetapi kita sudah 1:28. Menurut saya adalah setiap kontak erat harus tetap kita temukan dimanapun," ujarnya.

Tes Swab

Tracing dan testing yang masif di Surabaya ini membuat kaget pengunjung Puskesmas. Salah satunya adalah Sari (29) Jember yang berdomisili di Pengampon Surabaya.

Sari saat itu datang ke Puskesmas Peneleh Surabaya, untuk mengambilkan obat untuk orang tuanya. Namun petugas mengumumkan, bagi setiap pengunjung diwajibkan untuk mengikuti tes swab.

"Ya mau tidak mau, karena sudah di Puskesmas dan demi obat untuk orangtua, akhirnya saya ikut tes swab. Namum saya niatkan juga mengetahui kondisi saya dan memastikan kalau saya masih aman terhindar dari virus corona," ucapnya.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel