Surat Dakwaan Masuk Pengadilan, Bupati Banggai Laut Segera Diadili

Daurina Lestari, Edwin Firdaus
·Bacaan 1 menit

VIVA – Tim jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) merampungkan berkas dakwaan Bupati nonaktif Banggai Laut, Wenny Bukamo.

Selain berkas Wenny, KPK juga merampungkan berkas dakwaan dua tersangka penerima suap lainnya, yakni Recky Suhartono Godiman yang merupakan Komisaris Utama PT Alfa Berdikari Group atau orang kepercayaan Wenny dan Direktur PT Raja Muda Indonesia (RMI) Hengky Thiono.

Surat dakwaan ketiganya telah dilimpahkan ke Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Palu, Sulawesi Tengah.

"Pada Kamis 15 April 2021, tim Jaksa KPK telah melimpahkan berkas perkara para terdakwa yaitu Wenny Bukamo, Recky Suhartono Godiman dan Hengky Thiono ke PN Tipikor Palu," ujar Plt Juru Bicara KPK, Ali Fikri, kepada awak media, Jumat, 16 April 2021.

Ali menjelaskan, dengan pelimpahan tersebut maka penahanan terhadap ketiganya menjadi kewenangan Majelis Hakim Tipikor PN Palu. Kendati demikian, penahanan ketiganya untuk sementara waktu masih dilakukan di Rutan KPK.

Untuk Wenny Bukamo masih akan ditahan di Rutan KPK, Recky Suhartono Godiman di Rutan Polda Metro Jaya, dan Hengky Thiono di Rutan Polres Jakarta Pusat.

"Selanjutnya menunggu penetapan penunjukan Majelis Hakim dan penetapan hari sidang dengan agenda pembacaan surat dakwaan oleh tim JPU," kata Ali.

Wenny Bukamo Cs rencananya akan didakwa dengan Pasal Pasal 12 huruf b UU Pemberantasan Tipikor Jo Pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP atau Pasal 11 UU Pemberantasan Tipikor Jo Pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP.

Diketahui, ketiganya dijerat sebagai tersangka suap pengadaan barang atau jasa di lingkungan Pemkab Banggai Laut, Sulawesi Tengah (Sulteng) Tahun Anggaran 2020.

Selain ketiga orang tersebut, KPK juga menjerat tiga orang lainnya sebagai pihak pemberi suap.

Mereka adalah Komisaris PT Bangun Bangkep Persada (BBP) Hedy Thiono (HDO), Direktur PT Antarnusa Karyatama Mandiri (AKM) Djufri Katili (DK), dan Direktur PT Andronika Putra Delta (APD) Andreas Hongkiriwang (AHO).