Surat dari Fatimah Kata Eks Kombatan JI Jadi Inspirasi Teroris

Ezra Sihite, Mohammad Yudha Prasetya
·Bacaan 1 menit

VIVA – Mantan narapidana terorisme Ali Fauzi menjelaskan bahwa salah satu penyebab maraknya peran teroris perempuan dalam melakukan aksi bom bunuh diri adalah kisah inspirasi bagi para teroris yang berasal dari penjara Abu Ghraib, Irak.

Dalam kisah itu disebutkan bahwa terdapat salah seorang tahanan di penjara Abu Ghraib bernama Fatimah yang menulis surat berisi dorongan untuk berjihad bagi para pembacanya.

Kemudian oleh sebagian kelompok Islam garis keras, surat dari Fatimah itu disebarkan secara besar-besaran dan dianggap menjadi salah satu pemicu maraknya aksi-aksi bom bunuh diri dengan pelaku dari kalangan wanita.

"Memang keterlibatan perempuan dalam tanda kutip untuk berjihad, itu diawali sebuah kasus di mana ada surat dari Fatimah yang ditahan di penjara Abu Ghraib yang disiarkan secara besar-besaran," kata Ali dalam tayangan tvOne, Senin 29 Maret 2021.

Ali mantan kombatan Jamah Islamiyah (JI) itu menjelaskan, surat dari Fatimah di penjara Abu Ghraib itu yang menjadi salah satu motif pendorong dari aksi-aksi bom bunuh diri oleh para teroris perempuan sebagaimana yang kerap terjadi di Filipina Selatan dan aksi suami-istri pelaku bom bunuh diri di Makassar pada hari Minggu, 28 Maret 2021.

Oleh karena itu Ali menekankan bahwa perlunya peran aktif pemerintah dan masyarakat termasuk dua ormas Islam terbesar yakni Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah untuk turut serta mengajak masyarakat dalam menganut cara pandang beragama yang damai.

Sebab kata dia hal-hal semacam itulah yang dinilai akan menjadi salah satu langkah preventif untuk menangkal doktrin beragama dengan kekerasan yang kerap menjadi cikal bakal dari aksi-aksi terorisme semacam itu.

"Termasuk NU dan Muhammadiyah sebagai bagian dari masyarakat itu sendiri tidak gencar melakukan pencegahan, maka terorisme ini akan semakin banyak," ujarnya.