Surat dari Kebudes Jepang Belum Didapat, Pemain Asing Arema Terjebak

·Bacaan 2 menit

VIVA – Pemerintah Jepang mengimbau warganya untuk segera meninggalkan Indonesia. Ini adalah respons dari meningkatnya pandemi COVID-19 di Indonesia.

Banyak dari warga negara Jepang yang kemudian berbondong-bondong pulang ke negara asal mereka. Di tim Arema FC, ada satu sosok pemain asing asal Jepang dia adalah Renshi Yamaguchi.

Mantan pemain Lampang FC Thailand itu sejauh ini belum mendapat surat resmi dari Kedutaan Jepang di Indonesia terkait imbauan pulang kampung ke negara asalnya.

"Menjawab pertanyaan soal Pemerintah Jepang yang memberikan proteksi ke warganya. Karena kebetulan ada pemain Arema asal Jepang yakni Renshi yang sudah mengikat kontrak dengan Arema. Sejauh ini kita masih belum dapat surat resmi dari kedutaan Jepang atau pihak terkait," kata Media Officer Arema FC, Sudarmaji, Sabtu, 17 Juli 2021.

Sejauh ini Arema FC terus berkoordinasi dengan Renshi untuk mengambil alternatif terbaik. Langkah proteksi lain yang dilakukan oleh manajemen Singo Edan kepada pemain berposisi gelandang bertahan itu adalah melakukan vaksinasi. Renshi baru saja disuntik vaksin pada, Sabtu, 17 Juli 2021.

"Tetapi kita akan respon dan respek termasuk berkomunikasi dengan Renshi bagaimana yang terbaik. Namun hari ini pemain asing (Renshi) dan dua pemain asing lainnya dan pelatih sebelumnya sudah melakukan vaksin di Malang," ujar Sudarmaji.

Sebelumnya, Pemerintahan Jepang membuka penerbangan khusus untuk mengangkut warga negaranya dari Indonesia di tengah lonjakan kasus COVID-19.

Menteri Sekretaris Kabinet Jepang, Katsunobu Kato, menyebut bahwa maskapai komersial Jepang akan mengoperasikan penerbangan khusus dari Indonesia pada Rabu 14 Juli 2021, karena permintaan warga Jepang atas kekhawatiran mengenai penyebaran virus corona, terutama varian Delta.

Pernyataan itu disampaikan menyusul laporan 14 warga negara Jepang yang meninggal dunia akibat COVID-19 di Indonesia, per 12 Juli 2021.

"Dari sudut pandang melindungi warga negara Jepang, kami telah memutuskan untuk mengambil tindakan sehingga warga Jepang yang ingin kembali dapat kembali ke Jepang sesegera mungkin dan sebanyak mungkin," ujar Kato, seperti dilaporkan Nikkei Asia.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel