Surat Kabar Inggris Setujui Regulator Baru

London (AFP/ANTARA) - Surat kabar Inggris pada Rabu setuju untuk membuat regulator pers independen seperti yang direkomendasikan oleh laporan Leveson, namun menolak untuk berkomitmen terhadap proposal kontroversialnya dalam mendukung UU.


Para editor tabloid dan koran bertemu di London untuk pertemuan sarapan, dan menyetujui 40 dari 47 proposal hakim Brian Leveson, membuka jalan untuk membuat sebuah regulator yang dapat mengeluarkan dana sekitar satu juta pound (sekitar Rp15,4 miliar).


Namun para editor tersebut menolak untuk menandatangani tujuh proposal dari laporan tersebut, yang mengimbau badan hukum dalam melakukan audit terhadap regulator tersebut, menurut mereka yang hadir dalam pertemuan itu.


Editor independen, Chris Blackhurst, mengimbau semangat kerja sama “yang sangat luar biasa.”


“Saya tidak pernah melihat hal seperti itu selama saya menjadi jurnalis, ujarnya kepada The Media Show di Radio 4. ”Kami semua digunakan seperti main tinju dalam penghargaan pers, dan semua meneriaki pertandingan itu, dan kami semua saling membenci.”


Perdana Menteri Inggris, David Cameron, pada Selasa memperingatkan para editor untuk menetapkan pengawas baru secepatnya atau akan mengahadapi UU baru, setelah penyelidikan yang dipimpin hakim dikecam selama beberapa dekade, atas pelanggaran yang dilakukan oleh pers.


Cameron menugaskan Penyelidikan Laveson pada Juli 2011, setelah skandal peretasan telepon yang menyebabkan penutupan tabloid News of the World milik Rupert Murdoch, dan sejak itu mendorong puluhan penangkapan.(dh/ml)


Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.