Surat keluarga Iwan Budi direspon Presiden Jokowi

Keluarga ASN Pemkot Semarang yang tewas dibunuh, Iwan Budi Paulus, memastikan Presiden Joko Widodo telah merespon surat permohonan keadilan akan peristiwa tersebut yang dikirimkan beberapa waktu lalu.

Kuasa hukum keluarga almarhum Iwan Budi, Yunantyo Adi, di Semarang, Selasa, mengatakan, surat yang dikirimkan telah direspon oleh Deputi V Kantor Staf Kepresidenan (KSP).

"KSP sudah membentuk tim untuk mengusut, mengumpulkan data supaya permasalahan ini nanti bisa dikoordinasikan ke Presiden," tuturnya.

Keluarga ASN Pemkot Semarang korban pembunuhan, Iwan Budi Paulus, sebelumnya telah mengirim surat kepada Presiden Joko Widodo.

Baca juga: Keluarga memohon Presiden beri perhatian khusus pembunuhan Iwan Budi

Baca juga: Keluarga ASN korban pembunuhan surati Presiden dan Panglima TNI

Dalam surat tersebut, keluarga memohon kepada Presiden untuk memberi perhatian khusus terhadap kasus pidana yang sudah lebih dari dua bulan ini belum terungkap.

Menurut dia, keluarga juga sudah melakukan koordinasi dengan Pomdam IV/ Diponegoro dalam penyelidikan perkara ini.

Selain itu, lanjut dia, komunikasi juga terus dijalin dengan Polrestabes Semarang.

Ia berharap kasus kematian Iwan Budi yang jasadnya ditemukan terbakar di kawasan Marina Semarang sekitar tiga bulan lalu itu bisa segera terungkap.

Sebelumnya, sesosok jasad ditemukan terbakar bersama sebuah sepeda motor di kawasan Pantai Marina, Kota Semarang, Jawa Tengah, pada 8 September 2022.

Baca juga: Jenazah PNS tewas terbakar di Semarang diserahkan ke keluarga

Bersama dengan jasad dan sepeda motor yang merupakan kendaraan dinas milik Iwan Budi tersebut ditemukan papan nama identitas, serta telepon seluler yang diduga milik Iwan Budi Paulus.

Iwan Budi dilaporkan menghilang sehari sebelum diperiksa sebagai saksi di Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Jateng terkait dugaan korupsi sertifikasi aset.

Dalam penyelidikan perkara ini, Polisi Militer Kodam IV/ Diponegoro juga telah memeriksa dua oknum TNI diduga terkait dengan peristiwa pembunuhan tersebut.

Namun, Pomdam Diponegoro belum memiliki bukti permulaan yang cukup tentang keterlibatan dua oknum TNI tersebut dalam kasus dugaan pembunuhan ASN Pemkot Semarang, Iwan Budi Paulus, yang jasadnya ditemukan terbakar di kawasan Marina Semarang.