Surat Suara Pemilu AS Dikirim ke Antariksa

Krisna Wicaksono, Novina Putri Bestari
·Bacaan 1 menit

VIVA – Masyarakat Amerika Serikat menyambut pesta demokrasi, dengan memilih presiden berikutnya. Jauh di luar angkasa sana, salah seorang astronot berkebangsaan negara tersebut, Kate Rubins juga ikut memilih pada Oktober lalu.

"Sebenarnya sama seperti proses pemilihan surat suara, absen dari rumah," ujar Rubins, dilansir dari laman Space, Rabu, 4 November 2020.

Sebelum berangkat, Rubins lebih dulu mengisi Federal Postcard Application (FPCA). Aplikasi itu sama seperti surat suara yang digunakan warga AS yang berada di luar negeri saat pemilu, seperti anggota militer dan keluarganya.

Secara teknis, Rubins tak setiap saat ada di luar negeri. Tergantung letak ISS di orbit saat itu.

Sebagian besar astronot yang mengikuti pemilu di antariksa lebih banyak menjadi pemilih asal Texas. Sebab, mereka pindah ke Houston saat pelatihan sebelum misi dimulai.

Peraturan negara setempat memperbolehkan pemilu dari luar angkasa. Sistem pengambilan suara adalah surat suara absen untuk astronot, dengan alamat orbit rendah Bumi.

Surat suara akan dikirim ke Pusat Antariksa Johnson di Houston, dan NASA mengecek lebih dulu apakah dapat diisi nantinya oleh astronot. ISS juga melakukan uji coba komputer, apakah seseorang dapat mengisi surat suara dan mengirimkannya kembali ke petugas.

Jika lolos, surat suara yang terenkripsi dikirim ke astronot di ISS. Petugas mengirimkan kredensial khusus untuk anggota kru pemungutan suara sebagai pengamanan membuka surat suara.

Di ISS, Rubins membuat bilik suara sendiri. Di bagian pintunya terdapat tulisan ISS Voting Booth.

Setelah diisi, surat suara dari luar angkasa itu harus dikirim seperti para warga Bumi. Pengiriman dilakukan saat hari pemilu, yakni 4 November 2020 pukul 7 malam waktu setempat.

Baca juga: Megalodon Bertemu Mosasaurus, Siapa yang Menang?