Suriah Mulai Pamer Kekuatan Militer Guna Akhiri Krisis

Damaskus (ANTARA/Xinhua-OANA) - Saat masyarakat internasional masih tak mampu mencapai konsensus untuk mewujudkan penyelesaian bagi sengketa di Suriah, pemerintah Suriah tampaknya telah "mempetieskan" semua saran dari luar dan memilih caranya sendiri.

Pemerintah di Damaskus memamerkan kekuatan militer guna mengakhiri krisis yang berlarut untuk selamanya. Sejak awal krisis 16-bulan, pemerintah Suriah telah berulang-kali menjelaskan bahwa Damaskus ingin menyelesaikan secara cepat dan selamanya percekcokan dengan gerakan antipemerintah, yang berawal dalam bentuk protes damai tapi berkembang jadi pemberontakan bersenjata dan bergelimang darah.

Pemerintah Suriah menyatakan selama ini tak mengambil pilihan militer karena khawatir terhadap keselamatan warga sipil saat orang yang diduga bersenjata dilaporkan bersembunyi di antara warga sipil di daerah permukiman di kota bergolak di seluruh negeri tersebut. Pemerintah Suriah juga menyatakan memberi kesempatan bagi penyelesaian politik.

Namun, peningkatan aksi kekerasan dan upaya oleh apa yang disebut tenggara Suriah Baru untuk membawa pertempuran ke kubu utama Presiden Bashar al-Assad telah menjadi tonggak sejarah dalam krisis Suriah.

Pamer kekuatan itu dilancarkan pada Jumat (8/6), saat pertempuran paling sengit meletus antara militer Suriah dan gerilyawan di sebagian jalan di ibu kota Suriah, Damaskus, dan sekitarnya, demikian laporan Xinhua --yang dipantau ANTARA di Jakarta, Kamis. Militer Suriah diduga memerangi petempur Tentara Suriah bebas yang telah berusaha melancarkan serangan serentak terhadap beberapa pos pemeriksaan militer di Damaskus.

Hari berikutnya, media lokal melaporkan militer Suriah "mengguncang tempat berpijak pria bersenjata" dan kematian puluhan gerilyawan.

Pamer kekuatan militer tersebut belakangan meluas ke beberapa bagian bergolak di Suriah utara, di tengah konfirmasi setiap hari bahwa daerah itu telah dibersihkan dari "teroris" satu demi satu dan militer telah merebut kendali dari tangan gerilyawan. (tp)


Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.