Surplus beras, DPRD minta pemkab tingkatkan infrastruktur pascapanen

Royke Sinaga
·Bacaan 1 menit

Surplus beras yang terjadi di Kabupaten Gorontalo Utara Provinsi Gorontalo, harus diimbangi dengan peningkatan infrastruktur pascapanen.

"Petani harus dibantu dengan alat berteknologi tinggi dalam pengolahan pascapanen agar produksi beras di daerah ini tidak hanya mampu mencapai surplus namun harus laku di pasar," kata anggota Komisi II DPRD Gorontalo Utara, Deasy Sandra Datau, di Gorontalo, Kamis.

Selain membantu petani dalam mendorong pengolahan lahan dan teknik menanam untuk mencapai produksi maksimal.

Pemkab pun diharapkan mengalokasikan anggaran untuk meningkatkan infrastruktur dalam hal pengolahan pascapanen agar kualitas beras di daerah ini mampu bersaing.

Pasalnya, banyak petani mengeluhkan beras yang dihasilkan kurang diminati pasar, akibat warna bulir yang kurang putih, patah-patah dan sejumlah keluhan lainnya.

Padahal data Dinas Ketahanan Pangan setempat menyebut, dari tingkat ketersediaan beras, daerah ini mampu mencapai surplus.

Data BPS, menyebut surplus beras mencapai 22.617 ton, sedangkan data Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil setempat, menyebut berdasarkan jumlah penduduk di daerah ini sebanyak 126.834 jiwa, surplus beras mencapai 21.612 ton.

Maka yang tepat dilakukan kata Deasy, adalah menyentuh petani dalam pengolahan pascapanen.

Pemkab perlu membantu menyiapkan infrastruktur yang baik, seperti mesin penjemuran dan penggilingan berteknologi tinggi, agar beras yang dihasilkan dapat sesuai dengan permintaan pasar.

Beberapa wilayah kecamatan sebagai kantong produksi beras seperti Kecamatan Biau dan Tolinggula, diharapkan mendapatkan sentuhan bantuan tersebut.

Sebab yang perlu menjadi perhatian terfokus dalam meningkatkan produksi beras di daerah ini, adalah target perluasan areal persawahan untuk peningkatan produksi.

Serta mendorong peningkatan kualitas beras agar mampu bersaing dengan beras dari daerah lain, mengingat banyak beras super masuk ke daerah ini.

Dengan begitu kata dia lagi, petani tidak hanya didorong semakin produktif namun harus menikmati keuntungan yang menyejahterakan.

"Surplus beras diharapkan berdampak pada peningkatan taraf ekonomi petani," katanya.