Surplus Neraca Perdagangan Bawa Rupiah Ditutup Menguat ke Rp 14.055 per Dolar AS

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, Jakarta - Nilai tukar Rupiah ditutup menguat 55 point walaupun pada sesi pagi menguat 75 point kemudian sesi siang menipis ke 40 point dan ditutup di level Rp14.055 per USD, menguat dari penutupan sebelumnya di level Rp14.105 per USD.

Direktur PT TRFX Garuda Berjangka Ibrahim mengatakan, faktor internal masih mempengaruhi nilai tukar Rupiah sore ini. Menyusul laporan Badan Pusat Statistik (BPS) terkait Neraca perdagangan Indonesia Oktober 2020 kembali mencatat surplus melanjutkan surplus bulan sebelumnya, yakni mencapai USD 3,61 miliar sementara bulan sebelumnya surplus USD 2,39 miliar.

Dengan perkembangan tersebut, secara keseluruhan neraca perdagangan Indonesia pada Januari-Oktober 2020 mencatat surplus USD 17,07 miliar. Artinya jauh lebih tinggi dibandingkan dengan capaian pada periode yang sama tahun sebelumnya yang mengalami defisit USD 2,12 miliar.

"Membaiknya neraca perdagangan Indonesia, kepercayaan pasar kembali pulih, wajar kalau modal asing kembali masuk ke pasar finansial dalam negeri," ujar Ibrahim dalam ritet harian di Jakarta, Selasa (17/11).

Sementara itu, sentimen positif dari eksternal dipicu oleh meningkatnya kekhawatiran atas jumlah kasus COVID-19 secara global mengimbangi optimisme atas pengembangan vaksin terbaru. Investor juga mengklarifikasi kemungkinan jadwal sebelum program vaksinasi yang tersedia untuk umum diberlakukan, mendorong harga kembali mendekati paritas dengan harga pada hari Selasa.

Lalu, Moderna Inc merilis rincian peringkat kemanjuran 94,5 persen untuk kandidat vaksinnya, tetapi jalan masih panjang sebelum pengiriman dapat diharapkan. "Tes sukses kandidat dari Moderna dan Pfizer Inc telah meningkatkan peluang AS yang lebih cepat dari yang diharapkan," jelas dia.

Apalagi, di Eropa, pandemi virus COVID-19 tidak menunjukkan tanda-tanda melambat. Mengingat jumlah kasus teeus meningkat di seluruh wilayah benua biru.

"Pemerintah memberlakukan pembatasan kesehatan masyarakat yang lebih besar, sehingga semakin menunda janji pemulihan ekonomi," terangnya.

Sedangkan untuk perdagangan besok rupiah kemungkinan akan dibuka fluktuatif, namun ditutup menguat sebesar 10-70 point di level Rp14.020-Rp14.090 per USD.

Pasar Respons Positif Vaksin Covid-19, Rupiah Makin Perkasa

Petugas bank menghitung uang dollar AS di Jakarta, Jumat (20/10). Nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat (USD) masih belum beranjak dari level Rp 13.500-an per USD. (Liputan6.com/Angga Yuniar)
Petugas bank menghitung uang dollar AS di Jakarta, Jumat (20/10). Nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat (USD) masih belum beranjak dari level Rp 13.500-an per USD. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) bergerak menguat pada perdagangan Selasa pekan ini. Menguatan rupiah karena adanya sentimen positif dari kemajuan pengembangan vaksin Covid-19.

Mengutip Bloomberg, Selasa (17/11/2020), rupiah dibuka di angka 14.052 per dolar AS, menguat jika dibandingkan dengan penutupan perdagangan sebelumnya. Menjelang siang, rupiah terus menguat ke 14.045 per dolar AS.

Sejak pagi hingga siang hari ini, rupiah bergerak di kisaran 14.040 per dolar AS hingga 14.052 per dolar AS. Jika dihitung dari awal tahun, rupiah masih melemah 1,29 persen.

Sedangkan berdasarkan Kurs Referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia (BI), rupiah dipatok di angka 14.073 per dolar AS, menguat jika dibandingkan dengan patokan sebelumnya yang ada di angka 14.139 per dolar AS.

Rupiahberpeluang terus menguat seiring pasar yang merespon positif kemajuan pengembangan vaksin COVID-19 dari Moderna Inc.

"Rupiah berpotensi menguat lagi hari ini dengan sentimen positif baru dari laporan pengembangan vaksin COVID-19 dari Moderna yang menyebutkan hasil pengujiannya menunjukkan efektifitas yang tinggi sebesar 94,5 persen," kata Kepala Riset dan Edukasi Monex Investindo Futures Ariston Tjendra dikutip dari Antara, Selasa (17/11/2020).

Menurut Ariston, hasil dari Moderna tersebut menambah kepercayaan pasar bahwa vaksin akan segera dirilis dan ekonomi bisa segera pulih. Harga aset-aset berisiko bergerak menguat menanggapi berita itu.

"Selain itu, surplus neraca perdagangan bulan Oktober dan proyeksi pertumbuhan positif ekonomi Indonesia di kuartal keempat oleh BI juga memberikan sentimen positif ke rupiah," ujar Ariston

Ariston memperkirakan hari ini rupiah berpotensi bergerak di kisaran Rp14.000 per dolar AS hingga Rp14.150 per dolar AS.

Pada Senin (16/11) lalu, rupiah ditutup menguat 60 poin atau 0,42 persen ke posisi Rp14.110 per dolar AS dibandingkan hari sebelumnya Rp14.170 per dolar AS.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini: